
NUSA DUA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengingatkan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mewaspadai dan mengantisipasi adanya strain atau varian baru virus SARS-CoV-2 yang berpotensi masuk ke wilayah NTT, baik melalui transportasi udara maupun Pos Lintas Batas Negara (PLBN).
“Harus diantisipasi,” tegas Doni saat Rapat Koordinasi Penanganan COVID-19 bersama Pemprov NTT di Nusa Dua, Bali, Sabtu (3/4).
Dalam rapat yang dihadiri secara luring oleh Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, Pangdam IX/ Udayana, Maruli Simanjuntak beserta jajaran dan sejumlah instansi terkait melalui media daring, Doni meminta agar Pemprov NTT segera membentuk Satgas Karantina. Dengan mengimplementasikan Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 8 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional dalam Masa Pandemi Covid-19.
Apa yang menjadi aturan tersebut penting dilaksanakan. Sebab bila tapal batas negara tidak memiliki regulasi yang baik dalam rangka mencegah penularan Covid-19, maka hal itu sama saja membiarkan kematian seseorang terjadi lebih cepat dan lebih banyak.
“Kalau dibiarkan, maka yang meninggal lebih awal akan bertambah banyak,” jelas Doni.
Dalam forum tersebut, Doni juga merasa prihatin dengan adanya laporan tentang mobilitas penduduk melalui lintas batas negara tanpa melalui ketentuan kekarantinaan dan dua kali swab pada masa pandemi.
“Kedatangan luar negeri ini yang membuat saya prihatin,” ungkap Doni.
Menurut data yang dikantongi Doni, ada sebanyak 1.480 orang yang masuk ke Tanah Air melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, didapatkan 687 terkonfirmasi positif setelah melalui karantina dan dua kali swab PCR. Padahal sebelumnya mereka semua membawa dokumen bebas Covid-19 dari luar negeri.
“Setelah lima hari karantina kemudian diswab lagi yang kedua terjaring sebanyak 687 orang positif Covid-19,” ungkapnya.
Berkaca dari fenomena tersebut, maka Doni meminta agar seluruh pemangku kebijakan daerah termasuk lintas kementerian/ lembaga dan unsur TNI/Polri untuk bersama-sama peduli dan menjalankan program kekarantinaan dengan baik.
Sebab, andai saja yang terkonfirmasi positif kemudian dibiarkan begitu saja dan pulang kembali ke rumah tanpa ada pemeriksaan dan karantina lanjutan, maka hal itu dapat berakibat fatal.
Berdasarkan data yang dihimpun Satgas hingga hari ini, Doni mengatakan bahwa belum ada satu negara yang terbebas dari Covid-19.
“Tidak ada satu pun negara yang betul-betul bebas dari Covid-19,” katanya.
Oleh sebab itu, dia meminta agar seluruh unsur yang ada di Provinsi NTT untuk tidak lengah. Sebab hal itu dapat membuat apa yang selama ini diperjuangkan selama satu tahun terakhir menjadi sia-sia.
“Jangan terlena, jangan lengah. Prestasi hari ini bukan berarti terus selamanya akan seperti itu,” tutup Doni. (Febry/*)






