PADANG– Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat Muhidi menegaskan komitmen untuk terus mendukung program-program pendidikan yang berorientasi kepada pemenuhan hak-hak anak. Pembangunan sektor pendidikan menjadi perhatian besar demi menciptakan generasi masa depan bangsa yang unggul dan berkualitas.
Muhidi menyampaikan hal itu saat menghadiri pelatihan Konvensi Hak Anak dalam rangka mendukung terwujudnya sekolah ramah anak, Kamis (11/6/2026). Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia yang dimulai sejak usia anak-anak merupakan “investasi” yang jauh lebih penting dari pada pembangunan fisik.
“DPRD Sumatera Barat akan terus berupaya mendorong berbagai kebijakan pembangunan yang berorientasi kepada pemenuhan hak-hak anak, sebab pembangunan sumber daya manusia jauh lebih penting dari pada pembangunan infrastruktur karena menyangkut masa depan generasi bangsa,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pembangunan fisik bisa direncanakan dan hasilnya langsung dirasakan setelah selesai dan dimanfaatkan. Namun pembangunan sumber daya manusia membutuhkan program yang berkelanjutan dan harus dirancang secara serius karena menyangkut masa depan generasi bangsa.
“Untuk menciptakan generasi bangsa yang unggul dan berkualitas membutuhkan perhatian serius dan peran aktif semua pihak. Keberhasilan pembangunan SDM akan terlihat ketika generasi muda memiliki kualitas dan karakter yang baik,” ulasnya.
Dalam kesempatan itu, Muhidi menegaskan, DPRD Sumatera Barat terus berupaya memperkuat pemenuhan hak-hak anak melalui berbagai kebijakan, baik melalui regulasi maupun dari sisi dukungan anggaran. Pihaknya juga mendorong kebijakan untuk mewujudkan kabupaten dan kota layak anak di seluruh Sumatera Barat.
Selain membuat regulasi dan memberikan dukungan anggaran, Muhidi juga menegaskan, DPRD Sumatera Barat akan terus melakukan pengawasan terhadap jalannya program pembangunan di sektor pendidikan. Setiap program dipastikan dilaksanakan dengan baik oleh instansi terkait agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anak-anak.
Muhidi menyebutkan, pelatihan Konvesi Hak Anak yang ditujukan kepada kepala sekolah dan guru yang dilaksanakan dapat memberikan dampak positif kepada pemenuhan hak-hak anak di lingkungan sekolah. Materi pelatihan yang diberikan hendaknya diaplikasikan dalam proses pembelajaran sehingga menjadikan lingkungan sekolah menjadi lingkungan ramah anak. F







