
SIBERUT – Kepala Desa Muara Siberut Kabupaten Kepulauan Mentawai menargetkan 950 sertifikat dalam program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA). 300 di antaranya merupakan yang akan diusulkan ke kabupaten melalui Bappeda Mentawai pada tahun 2018. Sisanya tahun 2016 lalu di mana sekitar 100 sertifikat lagi belum diterbitkan.
Kepala Desa Muara Siberut, Alizar menyebutkan, untuk sertifikat yang tidak dijatah, namun dalam hal itu Bupati memerintahkan untuk mengukur dan membuat permohonan diajukan ke Bappeda, maka tim Bappeda nantinya yang akan turun untuk menentukan titik koordinat tanah yang diusulkan tersebut.
“Saat ini, untuk pengusulan penerbitan 250 sertifikat program TORA, ada dua dusun, yaitu Dusun Puro dan Dusun Sirogdak. Ditambah dengan Dusun Muara dan Dusun Peigu yang belum keluar sertifikatnya pada Program Nasional (Prona),” kata Alizar kepada padangmedia.com, Senin (4/11).
Selama Program Nasional (Prona) berjalan, menurut Alizar, penerbitan sertifikat sudah berjalan tiga kali di desa Muara Siberut. Dengan masuknya program TORA, pengurusan sertifikat tanah masyarakat yang belum menerima sesuai program pemerintah akan dilanjutkan kembali.
Lebih lanjut Alizar mengatakan, pada Program Nasional (Prona) tahun 2016 di Desa Muara Siberut, penerbitan sertifikat lebih kurang 600. Namun, ada 100 sertifikat tanah masyarakat lagi yang belum diterbitkan.
Mengenai hal tersebut, diharapkan pihak Kakanwil BPN menerbitkan sertifikat masyarakat yang belum keluar tahun 2016. “Kalau terealisasi penerbitan seluruh sertifikat masyarakat, khusus Desa Muara Siberut sesuai jumlah KK itu sebanyak 950 sertifikat,” kata Alizar.
Sementara itu, sebanyak 80 KK warga Dusun Peigu yang menempati tanah TNI AD, kata Alizar, direncanakan akan memohon ke Pangdam untuk dilakukan tukar guling. Pihak Denzibang sangat merespon.
Dikatakan, masyarakat yang menempati tanah TNI AD siap dengan konsekuensi tukar guling lokasi dengan luas tanah 3 hektare 600 meter. Jadi, lokasi tukar guling tersebut sudah disiapkan di dua lokasi di daerah Puro.
Saat ini, masyarakat tinggal menunggu kedatangan tim Korem bersama tim Denzibang ke Muara Siberut Selatan. Diharapkan tukar guling lokasi dapat direalisasikan, karena lokasi tanah TNI AD yang ditempati masyarakat sudah puluhan tahun, bahkan rumah banyak yang permanen. (ers)






