
PAINAN- Terpilihnya Desa Wisata Ampiang Parak sebagai salah satu dari 50 Desa Wisata Terbaik program Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 membawa keuntungan besar bagi pengembangan desa wisata tersebut. Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif akan mengucurkan sejumlah dukungan untuk pengembangan desa wisata itu.
“Desa Wisata Ampiang Parak ini masuk ke dalam 50 nominasi Desa Wisata Terbaik dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia tahun 2024,” kata Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif Oneng Setya Harini saat visitasi ke lokasi Desa Wisata tersebut, Sabtu (24/8/2024).
Dia menjelaskan, di ajang ADWI pihaknya memilih 50 desa wisata terbaik sesuai kriteria penilaian yang sudah ditentukan. Untuk tahun 2024 ada 6.016 desa wisata yang mendaftar.
“Kami memilih 50 yang terbaik dari enam ribuan desa yang mendaftar tahun ini dan salah satu yang berhasil adalah Desa Wisata Ampiang Parak. Jadi 50 terbaik ini semua sudah juara,” kata Oneng.
Meski demikian, lanjutnya, pihaknya perlu mengingatkan bahwa mendapatkan apresiasi sebagai yang terbaik maka ada tanggung jawab besar yang perlu dijaga secara bersama-sama. Baik oleh pihak pengelola juga oleh seluruh masyarakat dan jajaran pemerintahan daerah serta seluruh pemangku kepentingan, untuk bekerja sama berolaborasi untuk kepentingan mempertahankan dan meningkatkan pengembangannya ke depan.
“Kami di kementerian juga tidak lepas dari tanggung jawab tersebut, setelah menetapkan yang terbaik maka hasil penilaian tersebut harus memiliki kredibilitas yang tinggi,” ujarnya.
Oneng menambahkan, mendapat penilaian terbaik tersebut bagi Desa Wisata tersebut menjadi langkah awal bagi pengembangan yang sesungguhnya menuju ekowisata hijau yang berkelanjutan dan mendatangkan manfaat lebih besar lagi kepada peningkatan ekonomi kerakyatan. Termasuk juga dengan berbagai inovasi dalam pengembangan baik produk wisata maupun pemasaran dari produk yang dihasilkan.
Dia menegaskan, Desa Wisata Ampiang Parak dipilih menjadi salah satu yang terbaik karena didasari bahwa tema yang diusung sesuai dengan tema pemerintah melalui Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif yaitu Pariwisata Hijau Berkelas Dunia. Desa Wisata Ampiang Parak mengusung tema Desa Wisata Berbasis Pengurangan Risiko Bencana yang selaras dengan pencapaian ekowisata hijau yang dimaksud dalam tujuan program ADWI tersebut.
“Jadi ke depan harus ada peningkatan kerja sama, termasuk juga dengan BPBD di daerah, karena disadari bahwa daerah ini memang sangat rentan terhadap bencana alam,” ulasnya.
Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif untuk kelanjutan dari program tersebut menurut Oneng akan mengucurkan dukungan berupa bantuan pendampingan dan bantuan pengembangan infrastruktur. Pihaknya akan memberikan pendampingan dengan mendatangkan tim yang akan membantu dalam hal tata Kelola lokasi wisata tersebut.
“Apresiasi kami salah satunya adalah melakukan pendampingan, akan ada tim pendamping yang akan mendampingi baik dari sisi tata kelola, SDM, pemasarannya juga termasuk peningkatan produk-produknya,” jelasnya.
Kemudian, kata Oneng, dukungan atau apresiasi selanjutnya adalah pengembangan infrastruktur. Lima puluh desa wisata yang terpilih sebagai yang terbaik akan diberikan dukungan untuk pengembangan sarana prasarana. Untuk itu pihaknya membutuhkan pemetaan terhadap kebutuhan, meskipun tidak besar namun diharapkan dukungan tersebut betul-betul bisa bermanfaat untuk pengembangan lokasi wisata.
“Perlu dipetakan terhadap kebutuhan, karena anggarannya tidak banyak perlu dipetakan mana kebutuhan yang menjadi prioritas terlebih dahulu sehingga efektif dalam pengembangan dan peningkatan sarana prasarana yang dibutuhkan,” tutupnya.
Desa Wisata Ampiang Parak dikelola oleh Pokdarwis LKKL di Bawah komando Haridman. Berada di pinggir pantai seluas lebih kurang 29 hektare, lokasi itu selain sebagai objek wisata dan ekonomi kreatif juga menjadi tempat konservasi penyu.
Menurut Haridman, lokasi yang dikelolanya dibangun dengan konsep pengurangan risiko bencana. Sepanang garis pantai ditanami dengan pohon cemara laut serta tersedia lokasi pembibitan mangrove.
“Karena memang lokasi ini merupakan daerah rawan bencana maka kami membangun konsep Desa Wisata berbasis pengurangan risiko bencana,” kata Haridman.
Dengan masuknya ke dalam ADWI 2024, Desa Wisata Ampiang Parak akan mendapatkan sejumlah dukungan dari Kemenparekraf. Antara lain pendampingan pengembangan desa wisata dan juga dukungan pengembangan infrastruktur. F






