Kematian Ikan Massal di Danau Maninjau Terjadi Lagi
  • Home
  • Agam
  • Kematian Ikan Massal di Danau Maninjau Terjadi Lagi

Kematian Ikan Massal di Danau Maninjau Terjadi Lagi

Ikan petani KJA Danau Maninjau mati akibat tubo balerang. (dok.amc)
Ikan petani KJA Danau Maninjau mati akibat tubo balerang. (dok.amc)

AGAM – Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Agam dan sekitarnya semenjak beberapa hari terakhir, menyebabkan bencana di perairan danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya.

Semenjak Selasa (6/12) hingga Rabu (7/12) sore, Danau Maninjau memutih dipenuhi bangkai ikan yang mengapung di permukaan danau.

“Semenjak kemarin malam, ikan milik kami sudah banyak yang mati dan mengapung karena lumpur di dasar danau naik ke permukaan bercampur dengan tubo belerang dan racun dari residu pakan ikan akibat hempasan angin kencang yang melanda akhir-akhir ini,” kata Firdaus, salah seorang petani Keramba Jaring Apung (KJA) di Maninjau kepada padangmedia.com, Rabu (7/12).

Ia dan warga petani KJA lainnya masih mengkhawatirkan kondisi angin yang terus bergerak akan membawa dampak lebih buruk lagi kepada petani KJA. Ikan yang saat ini berada di dalam keramba masih berupa benih atau “rinuak” sangat rentan terhadap perubahan air apalagi sudah disertai belerang ditambah residu pakan ikan.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Agam Rahman, mengaku sudah memantau perkembangan dampak keracunan danau Maninjau yang terjadi semenjak Selasa (6/12) kemarin.

Dikatakan, awalnya yang terkena dampak tubo balerang hanya di wilayah Nagari Tanjung Sani, tapi kini menyebar luas ke berbagai tempat di sepanjang danau Maninjau.

“Aparat kecamatan Tanjung Raya sedang mendata jumlah KJA yang terdampak, termasuk tonase ikan yang mati,” pungkasnya. (fajar)

Berita Terkait

Leave a Reply