
PADANGPANJANG – Masyarakat, RT, karang taruna, dan perangkat Lurah di Kelurahan Balai – Balai, Kecamatan Padangpanjang Barat, memanfaatkan galon bekas, kawat ayakan, besi dan semen untuk dijadikan wastafel atau tempat cuci tangan yang unik.
Kasi layanan sosial Kelurahan Balai – Balai, Drs. Asrul selaku Tim Teknis dalam pembuatan wastafel unik tersebut mengatakan bahwa hal ini berawal dari membuat taman dan pot di Kelurahan Balai – Balai.
Karena itu, supaya lebih adanya keunikan (ciri khas) tersendiri dari Kelurahan Balai – Balai dalam menghadapi masa pandemi Covid-19 maka dibuatlah tempat cuci tangan atau wastafel dari bahan tersebut.
“Untuk efisien dalam penggunaanya itu semuanya sudah kita pikirkan, walaupun didalam tersebut ada sebuah galon tetapi tidak terlihat dan seolah olah batang kayu, yang nilainya adalah nilai seni yang memperlihatkan keindahan, “ucapnya.
Dijelaskannya, pembuatan wastafel tersebut melibatkan masyarakat, generasi muda dan karang taruna yang ada di Kelurahan Balai – Balai dengan total wastafel yang dikerjakan sebanyak 24 buah.
“Nantinya wastafel ini akan disalurkan kepada perangkat RT yang ada di Kelurahan Balai – Balai, untuk tempat penempatannya mereka yang menentukan, dan ini akan menjadi ikon tersendiri Kelurahan Balai – Balai dalam menghadapi masa pandemi Covid-19, “ujarnya.
Namun demikian, ia berharap kedepannya di tepi – tepi jalan Kota Padangpanjang ada baiknya disediakan tempat untuk cuci tangan (wastafel) dengan jarak per wastafelnya 50 meter. Hal ini juga dapat meningkat kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan.
“Alangkah indahnya Kota Padanglanjang kalau disediakan tempat cuci tangan seperti ini, “harapnya.
Dikatakannya, walaupun nanti sudah tidak lagi berada pada masa pandemi Covid-19 yang wastafel atau tempat cuci tangan ini akan tetap terpakai. “Kalaupun tidak ini bisa juga dijadikan sebagai pot bunga dengan tinggal memotong bagian kepalanya dan untuk pengerjaanya sangatlah mudah, “pungkasnya. (de)






