
PADANG – Untuk mengantisipasi kecelakaan yang sering terjadi di perlintasan kereta api akhir – akhir ini, Kepala Bidang Lalu Lintas (Kabid Lalin) Dishubkominfo Kota Padang Djunardi meninjau kembali pintu-pintu perlintasan kereta api di setiap kelurahan.
“Kami melakukan peninjauan pada titik-titik rawan yang ada di setiap kelurahan dalam upaya pembangunan pintu perlintasan,” ujarnya, Jum’at (5/8) dari lokasi, Jalan Perjuangan, Komplek Belanti, Kelurahan Gunung.
Menurutnya, pada rapat yang digelar pada 2 Agustus 2016 kemarin, ada tiga penanganan yang akan secepatnya dilaksanakan. Yakni, melengkapi perlintasan dengan rambu-rambu dan marka jalan, mengurangi perlintasan sebidang dengan menggabung beberapa perlintasan dan membangun jalan kolektor (Frontage Road) serta yang ketiga memasang pintu perlintasan dan menganggarkan dana secara bertahap untuk petugas.
Dikatakan Djunardi, pada tahun 2016 ini, dianggarkan dana Rp200 juta untuk pembangunan pintu perlintasan. Dishub akan membangun sesuai skala prioritas dengan terlebih dahulu melakukan survey. Sedangkan untuk petugas akan diminta pada pihak kelurahan untuk mencari Pamswakarsa.
Dalam melakukan peninjauan, Kabid Lalin Dishub Kominfo Padang itu didampingi oleh Lurah Gunung Pangilun Andi Amir, Ketua LPM Gunung Pangilun, serta Manager Pengamanan PT. KAI Sumbar AKBP Asmar. Kunjungan tersebut bertempat di Jalan Perjuangan, Komplek Belanti RW 11 Kelurahan Gunung Pangilun Kota Padang Sumatera Barat.
Sementara itu, Lurah Gunung Pangilun Andi Amir mengatakan, di kawasannya ada empat titik perlintasan yang paling urgent. Terutama di Jalan Perjuangan Komplek Balanti. Kawasan tersebut merupakan daerah padat penduduk di mana terdapat kawasan perumahan serta sekolah.
“Sebelumnya, Dishub telah mengadakan rapat pada tanggal 2 Agustus 2016. Ada beberapa hal yang dibahas dalam rapat yang dipimpin oleh Kadishub Kota Padang Dedi Henidal serta dihadiri oleh Kadishub Provinsi dan juga pimpinan PT KAI bersama Lurah yang daerahnya menjadi dampak perlintasan Kereta Api,” ungkap Andi Amir. (baim)






