PADANG- Mendukung keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api selama masa Angkutan Lebaran 1447 H, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menghadirkan layanan Pos Kesehatan di sejumlah stasiun utama. Pos kesehatan tersebut tersedia di Stasiun Padang, Stasiun Naras dan Stasiun Kayutanam yang beroperasi menyesuaikan dengan jam layanan kereta api.
Langkah tersebut menurut Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat Reza Shahab merupakan bentuk komitmen dalam memastikan kesiapan seluruh unsur pendukung operasional, termasuk awak sarana perkeretaapian, petugas posko kesehatan, serta petugas lainnya yang berperan langsung dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api di wilayah operasional Divre II Sumbar.
Reza menegaskan bahwa KAI memahami pentingnya pelayanan kesehatan yang optimal, khususnya pada masa angkutan lebaran yang identik dengan peningkatan mobilitas masyarakat.
“Pos kesehatan ini kami hadirkan untuk memberikan rasa aman dan nyaman, baik bagi penumpang maupun petugas. Kami menyiagakan tenaga medis yang terdiri dari 2 dokter umum, 2 dokter gigi, dan 7 paramedis. Selain itu, tersedia 1 unit ambulans yang siap digunakan dalam kondisi darurat,” ujarnya.
Lebih lanjut, KAI Divre II Sumbar juga telah menjalin kerja sama dengan 14 rumah sakit di sepanjang jalur kereta api guna memastikan penanganan medis dapat dilakukan secara cepat dan tepat apabila diperlukan.
Sebagai bentuk peningkatan layanan kepada pelanggan, KAI Divre II Sumbar turut menjalin sinergi dengan Rumah Sakit Semen Padang dalam penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis bagi penumpang kereta api. “Kegiatan ini dilaksanakan pada 18–19 Maret 2026 serta 23–24 Maret 2026, bertempat di Stasiun Bandara Internasional Minangkabau (BIM), mulai pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB”, kata Reza.
Adapun jenis pemeriksaan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, asam urat, serta kolesterol.
“Melalui berbagai upaya tersebut, KAI Divre II Sumbar berharap dapat memberikan pelayanan yang optimal serta memastikan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan selamat bagi seluruh pelanggan selama masa Angkutan Lebaran 1447 H,” ucapnya.
Sementara itu, hingga Rabu (18/3/2026), total tiket yang telah terjual di periode angkutan lebaran mencapai 66.945 tempat duduk. Angka tersebut masih berpotensi terus bertambah seiring dengan berlangsungnya penjualan tiket.
“Masih terdapat sekitar 104.475 tempat duduk yang tersedia hingga akhir masa Angkutan Lebaran 2026 pada 1 April 2026. Rinciannya meliputi 52.693 tempat duduk untuk KA Pariaman Ekspres relasi Paulima–Naras (PP), 35.414 tempat duduk KA Minangkabau Ekspres relasi Pulau Aie–BIM (PP), serta 16.368 tempat duduk KA Lembah Anai relasi Padang–Kayu Tanam (PP),” jelas Reza.
Selama masa Angkutan Lebaran yang berlangsung pada 11 Maret hingga 1 April 2026, KAI Divre II Sumatera Barat mengoperasikan sebanyak 616 perjalanan kereta api dengan total kapasitas mencapai 171.424 tempat duduk. Setiap harinya, tersedia rata-rata 28 perjalanan dengan kapasitas sekitar 7.792 tempat duduk.
Kapasitas angkutan tersebut meningkat sekitar 9 persen dibandingkan dengan periode angkutan lebaran tahun sebelumnya. Peningkatan itu merupakan bagian dari upaya KAI dalam memenuhi tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi selama musim libur Lebaran. F







