
AGAM – Kenaikan harga gula pasir di Kabupaten Agam diduga karena ulah spekulan. Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Agam Jabanur menduga para spekulan sengaja memanfaatkan kondisi menjelang Ramadhan sehingga harga menjadi tidak stabil.
“Hal ini terjadi diduga karena adanya permainan spekulan yang sengaja memanfaatkan kondisi menjelang bulan Ramadhan,” kata Jabanur, Selasa (24/5).
Dia menambahkan, pihaknya akan mengusut apa penyebab kenaikan harga gula pasir tersebut. Bila ditemukan ada distributor yang dengan sengaja menimbun barang sehingga menimbulkan kenaikan harga akan ditindak secara pidana sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
Jabanur mengimbau kepada para pelaku usaha, distributor, maupun pedagang sembako agar jangan menaikkan harga secara sepihak.
“Perilaku ini tentunya akan berpengaruh terhadap kondisi pasar dan juga akan merugikan konsumen. Untuk para Konsumen kami imbau untuk tidak panik dan belanja seperlunya sesuai kebutuhan,” tandasnya. (fajar)







Distributor yg tak mempunyai izin kali.lw ada izin ngak mungkin main main harga gula pasir . Lw ada izin para distributor di Kab.Agam pasti aman.jgn difokuskan kegula aj yg lain jg.
Jgn harga gula aj.yg lain banyak distributor yg bermain. Perizinannya is ok or no….