
AGAM – Selama warga kurang peduli menjaga kebersihan lingkungan, selama itu pula penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) akan tetap menyerang.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, dr. H. Indra Rusli, saat berbincang-bincang dengan padangmedia.com, Senin (25/6).
Menurutnya, nyamuk penyebar DBD bertelur pada genangan air dalam wadah seperti pada kaleng bekas, ban bekas, bak penampungan air bersih, wadah penampung tumpahan air pada dispenser, dan wadah lainnya yang digenangi air. Nyamuk dengan nama keren aedes egypti itu tidak mau bertelur pada genangan air yang beralaskan tanah. Ia sejenis nyamuk yang “bersih.”
Untuk itu, warga dihimbau untuk melakukan gerakan 3M Plus, yaitu menguras, mengubur, menutup. Sedangkan plusnya adalah memakai obat nyamuk, memakai kelambu saat tidur, menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah, yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk dan sejenisnya.
Dijelaskan, dalam kondisi cuaca hujan bercampur cerah seperti saat ini, nyamuk akan berkembang biak. Masa yang dibutuhkan nyamuk untuk menjadi hanya sepekan. Begitu pula dengan nyamuk penyebar DBD. Kondisi demikian perlu diwaspadai agar serangan DBD bisa ditekan sedini mungkin.
“Yang paling banyak terserang DBD adalah pelajar dan para pekerja kantoran. Persentasenya mencapai 90 persen. Sedangkan petani nyaris tidak ada yang terserang DBD,” terangnya.
Menurutnya, petani terhindar dari serangan DBD karena mereka pada siang hari berada di sawah atau di ladang. Nyamuk penyebar DBD menyebarkan penyakit tersebut pada siang hari. Sedangkan pelajar, mahasiswa dan pegawai pada siang hari berada di kantor mereka. Maka, dengan mudah nyamuk menyebarkan penyakit DBD pada mereka melalui gigitan.
Untuk itu, sangat diharapkan agar lingkungan sekolah dan kantor bersih dari sarang nyamuk penyebar DBD. Di sekolah dan di kantor, bak air bersih dan penampung air pada dispenser, merupakan sarang yang nyaman bagi nyamuk aedes aegypti.
Sedangkan di perkampungan warga, kaleng bekas, ban bekas, dan wadah lain yang digenangi air merupakan sarang nyamuk penyebar DBD. Sarang nyamuk dimaksud harus dibuang atau dikubur agar tidak bisa digunakan nyamuk untuk bersarang.
Ia menambahkan, di Agam, kasus DBD terus berkurang. Bila dibandingkan dengan tahun-tahun lalu, semua itu karena kesadaran warga menjaga kebersihan lingkungan sudah semakin membaik. Sedangkan baru-baru ini, terdapat 3 kasus DBD di Lubuk Basung. Ketiga penderita sudah pulang dari rumah sakit. (fajar)






