PADANG – Kegiatan manasik haji hari kedua bagi murid Taman Kanak-kanak se Kota Padang yang digelar di Lapangan Imam Bonjol, Padang, Kamis (8/10) akhirnya ditunda. Penundaan diinformasikan akibat kian pekatnya kabut asap yang melanda Kota Padang. Kegiatan tersebut diadakan oleh IGTKI (Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia) Kota Padang dengan melibatkan 3 ribu murid dari 283 di Kota Padang.
Sejumlah orang tua murid menyatakan kelegaannya karena penundaan kegiatan tersebut. Pasalnya, dengan kondisi kabut asap yang terasa makin pekat dalam tiga hari terakhir, dikhawatirkan menimbulkan gangguan kesehatan bagi murid TK yang daya tahan tubuhnya cenderung masih lemah.
Puput, 34, salah seorang orang tua murid sebuah TK swasta di Air Dingin, Padang, mengaku senang dengan ditundanya kegiatan tersebut. Karena, ia merasa rugi kalau anaknya tidak ikut kegiatan tersebut, namun sebaliknya jika tetap dipaksakan ikut dengan kondisi udara yang tidak sehat seperti sekarang akan membahayakan bagi anaknya.
Wita, orang tua murid lainnya senada dengan itu juga menyatakan mendukung dengan keputusan penundaan kegiatan manasik haji. Karena, jikapun tetap pergi ke lapangan, akan susah menyuruh anak tetap menggunakan masker dalam waktu yang lama.
Salah seorang guru TK swasta di daerah Air Dingin, Balai Gadang, Yesi, menyatakan, berita penundaan kegiatan manasik haji baru didapatnya tadi malam dari pihak dinas terkait. Pertimbangan ditundanya kegiatan itu karena kondisi udara yang tidak sehat bagi anak-anak akibat kabut asap.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Habibul Fuadi, kepada padangmedia.com, Rabu (7/10) mengaku kegiatan manasik haji yang telah mulai dilakukan sejak Rabu (7/10) terpaksa tetap dilakukan karena sudah teragenda. Namun, secara umum ia menghimbau anak-anak agar menggunakan masker jika ke luar rumah serta mengurangi keigatan di luar ruangan.
Sementara untuk saat ini belum ada kebijakan meliburkan siswa di Kota Padang. Namun, kalau kondisinya memburuk, bisa saja ada kebijakan tersebut. (baim)






