
PADANG- Hingga akhir Oktober 2022, jumlah investor di Pasar Modal Indonesia ber-KTP Sumatera Barat mencapai 140 ribuan lebih. Angka tersebut meningkat sekitar 33 ribuan dibanding posisi akhir Desember 2021.
Kepala Kantor Perwakilan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) wilayah Sumatera Barat Early Saputra, Kamis (24/11/2022) menyebutkan, total jumlah investor (SID All) ber-KTP Sumatera Barat per akhir Oktober 2022 adalah 140.162 investor.
“Jumlah seluruh investor pasar modal ber-KTP Sumbar per akhir Oktober 2022 adalah 140.162 investor, meningkat dibanding posisi akhir Desember 2021 yang berjumlah 106.528 investor,” kata Early.
Investor tersebut, lanjutnya, terdaftar di pasar modal sebagai akumulasi investasi di keseluruhan efek, mulai dari investasi saham hingga ke reksadana. Penambahan investor pada seluruh efek di pasar modal dalam periode tersebut adalah sebanyak 33.634 investor.
Sedangkan untuk pasar saham saja (SID C-Best), dia merinci, hingga akhir Oktober 2022 tercatat sebanyak 61.215 investor. Jumlah tersebut meningkat 10.481 investor dibanding posisi akhir Desember 2021 yang baru berjumlah 50.734 investor.
Sementara itu, untuk aktivitas transaksi di pasar modal oleh investor ber-KTP Sumatera Barat tersebut, Early menyebut, sepanjang tahun 2022 hingga akhir Oktober telah membukukan transaksi sekitar Rp13,535 triliun lebih. Transaksi terbesar terjadi pada Januari yaitu sebesar Rp1,817 triliun lebih. Sedangkan transaksi terkecil terjadi pada Juli 2022 yang hanya tercapai Rp348,738 miliar, namun kembali naik pada Agustus dengan nilai transaksi Rp1,690 triliun lebih.
Early menambahkan, saat ini ada 10 perusahaan sekuritas yang memiliki kantor di Sumatera Barat. Perusahaan sekuritas tersebut adalah Panin Sekuritas, Indo Premier Sekuritas, BNI Sekuritas, Jasa Utama Capital, JB Valbury, MNC Sekuritas, RHB Sekuritas Indonesia, Mirae Asset, PanenSaham yang merupakan Perusahaan efek non Anggota Bursa mitra Mandiri Sekuritas serta Sinarmas Asset Management.
Sementara itu, untuk meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal, juga telah ada sebanyak 18 galeri investasi, di mana satu GI masih dalam proses peresmian yaitu GI BEI Universitas Baiturrahmah. Sedangkan satu GI yaitu GI BEI Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB), SPAB Anggota Bursa Mitra dicabut.
Early mengungkapkan, perkembangan investasi pasar modal di Sumatera Barat dalam lima tahun ini sangat menggembirakan. Tahun 2017 lalu, jumlah investor ber-KTP Sumatera Barat baru mencapai 10 ribuan orang. Pihaknya akan terus berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pasar modal sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam memacu literasi dan inklusi keuangan. */F





