
SAWAHLUNTO – Jalan rusak dan bergelombang di beberapa titik di wilayah Kota Sawahlunto telah memicu kemacetan seiring meningkatnya kepadatan arus lalulintas mudik tiga hari menjelang lebaran Idul Fitri 1437 H. Di beberapa titik, kendaraan yang akan melintas terpaksa harus antri karena diberlakukan sistim buka tutup.
Dari pantauan di sejumlah titik, beberapa ruas jalan yang rusak dan menghambat arus lalulintas antara lain di Sungai Durian – Durian II dan Waringin – Lubang Panjang Kecamatan Barangin dan ruas jalan Simpang Napar – Sijantang Kecamatan Talawi. Di ruas jalan Sungai Durian menuju Durian II, kendaraan terpaksa harus antri karena ruas jalan tinggal separuh sehingga diberlakukan sistim buka tutup.
Hal yang sama juga terjadi pada ruas jalan Waringin – Lubang Panjang di Kecamatan Barangin. Pada satu sisi ruas jalan bergelombang sehingga pengguna jalan lebih cendrung menunggu arus kendaraan dari arah berlawanan. Ruas jalan nasional tersebut selama tiga bulan belakangan sudah diperbaiki dengan tambal sulam.
Sumantri (36), salah seorang warga Sungai Durian mengungkapkan, kondisi jalan tersebut telah menyebabkan sebuah mobil bersenggolan dan sepeda motor terjatuh. Padahal menurutnya sudah ada peringatan untuk berhati-hati karena kondisi jalan rusak namun sepertinya pengguna jalan masih ada yang tidak sabar.
Seorang pengendara sepeda motor, Supriadi, 39 mengungkapkan, selain bergelombang dan terban, jalan juga sangat licin ketika hujan. Sebaliknya, ketika cuaca panas akana menimbulkan debu yang cukup banyak mengotori udara.
Sementara itu, suasana arus lalulintas di dalam Kota Sawahlunto secara umum menurut Kepala Seksi Lalulintas Kantor Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kota Sawahlunto Ucak Hardian belum mengalami lonjakan tinggi. Dia memperkirakan, lonjakan akan terjadi pada hari Senin (4/7) sampai Selasa (5/7) mendatang.
“Arus lalulintas masih belum begitu padat dan terpantau lancar, namun di ruas jalan lintas Sumatra (jalinsum) Pasar Silungkang sedikit macet karena keluar masuk kendaraan menuju pasar,” katanya. (tumpak)






