
AGAM – Beberapa titik bencana tanah longsor terjadi di jalan lintas Bukittinggi – Medan, Senin (10/12) malam, akibat hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Sumatera Barat. Informasi yang dihimpun padangmedia.com dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, titik longsor itu di antaranya 3 titik di Jorong Simpang Ladang Ateh dan Jorong Palupuah, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam dan satu titik di Jorong Mudiak Palupuah, Nagari Koto Rantang.
“Material longsor menutupi badan jalan di titik pertama dengan panjang 30 meter tinggi 3 meter. Titik kedua panjang 40 meter tinggi 3 meter dan di titik ketiga panjang 30 meter tinggi 3 meter,” kata Kepala Pelaksana BPBD Agam, M. Lutfi didampingi tim Pusdalops, Lukman.
Tidak hanya menutupi badan jalan, sejumlah kendaraan ikut terjebak. Yakni, 1 unit mobil merk Pajero Sport, 1 unit mobil L300 dan 1 unit sepeda motor terjebak di antara reruntuhan material longsor. Sementara itu, sebuah truk fuso hancur dan masuk ke sawah warga akibat dihantam material longsor.
Beruntung tidak ada korban jiwa akibat kejadian itu. BPBD Agam bersama instansi terkait lainnya turun langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan pendataan dan penanganan.
“Untuk pembersihan material longsor, kami sudah berkoordinasi dengan Balai Badan Nasional dan dilaksanakan pagi ini menggunakan alat berat. Malam tadi tak bisa dilakukan mengingat cuaca tidak mengizinkan serta kondisi tanah yang masih labil,” ujarnya, Selasa (11/12) pagi.
Bencana yang sama juga terjadi di Jorong Mudiak Palupuah, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh, Agam. Akibatnya, material longsor menutupi badan jalan sepanjang 100 meter dengan tinggi 2 meter. Material longsor membawa reruntuhan pohon. Jalan tidak bisa dilewati kendaraan. (fajar)






