
PADANG- Sejumlah warga Batu Gadang Karang Putih Indarung Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang mendatangi gedung DPRD Padang, Senin (29/2) untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait akses jalan menuju ketempat pemukiman mereka yang akan ditutup oleh pihak PT. Semen Padang. Dalam pertemuan itu, masyarakat diterima oleh Komisi II DPRD Padang serta dihadiri juga oleh pihak PT. Semen Padang (PT SP).
Yas, salah seorang warga Batu Gadang mengatakan, tujuan mereka datang ke DPRD Kota Padang guna menyampaikan permasalahan yang dihadapi oleh warga batu gadang terkait akses jalan dari Pasar Baru menuju SMAN 14 yang juga merupakan jalan masyarakat. Warga meminta agar akses jalan yang dijanjikan oleh pihak PT. Semen Padang dapat segera direalisasikan. Jalan yang dijanjikan tak juga dibangun, malah PT SP akan menutup jalan utama perusahaan tersebut untuk warga.
“Kami tidak terima kalau jalan ditutup dan kami tidak akan tinggal diam. Kalau jalan utama itu ditutup untuk warga, kami tidak memiliki akses jalan lain,” katanya.
Safni, warga lainnya mengungkapkan, bahwa ada rumah warga yang dibongkar untuk membebaskan lahan akses jalan yang dijanjikan PT SP. Ia mewakili warga yang lain menyampaikan tidak menuntut apa-apa selain realisasi jalan tersebut.
“Kalau jalan dan jembatan yang dijanjikan sudah direalisasi silahkan tutup jalan utama. Itu saja tuntutan kami,” ujarnya.
Menjawab permintaan warga tersebut, Kepala Biro Humas PT SP Iskandar Lubis menuturkan bahwa hal itu hanyalah miskomunikasi. PT SP menurutnya sudah menampung aspirasi warga untuk dibuatkan jalan. Kesepakatan itu sudah disampaikan kepada warga pada 15 Pebruari 2016 lalu bahwa pembangunan jalan akan dikerjakan tahun ini dan 2017 mendatang.
“Tahun 2014 sudah dibuatkan pondasi agar jalan tersebut bisa dilalui kendaraan roda empat. Kemudian PT SP juga sudah menjembatani dengan Pemko Padang yang menyepakati untuk membantu pembuatan jalan,” katanya.
Alasan melarang warga untuk tidak melewati jalan utama adalah semata-mata demi keselamatan warga sendiri. Jalan tersebut dilalui oleh kendaraan besar yang dikhawatirkan akan menimbulkan kecelakaan kepada warga yang melewati jalan tersebut.
Menengahi persoalan itu, Anggota DPRD Kota Padang Elvi Amri yang menerima kedatangan warga menyarankan perlu duduk bersama mencari solusi. Tindakan PT SP yang akan menutup jalan utama untuk warga karena alasan dilewati kendaraan besar dan khawatir akan keselamatan warga mungkin saja benar. Namun di sisi lain, aktifitas warga yang akses jalannya tertutup juga harus dicarikan solusi.
“Ini harus dicari solusinya. Memang PT SP berjanji akan membuatkan jalan dan jembatan yang bisa dilewati kendaraan roda empat namun kapan akan dilaksanakan. Ini tentu harus ada kesepakatan dan duduk bersama antara warga dan PT SP,” katanya.
Menurutnya, di satu pihak PT. Semen Padang ingin menutup akses jalan dengan alasan untuk keselamatan warga karena jalan utama dilalui truk-truk besar, namun di sisi lain kebutuhan masyarakat akan akses jalan juga perlu dipertimbangkan. Ia menyatakan, selaku anggota DPRD akan berpihak kepada masyarakat. Nanti setelah ada solusi atau kesepakatan yang dibuat, harus dipatuhi bersama antara warga dan pihak PT SP.
“Namun kami menyarankan agar PT SP lebih dulu melaksanakan pengerjaan jalan untuk warga agar tidak menimbulkan permasalahan lagi ketika jalan utama tersebut ditutup,” sarannya. (baim)
tanpa ada tuntutan.Masyarakat harus dapat menerima alasan pihak Semen Padang dan pihak Semen Padang harus segera melaksanakan pengerjaan jalan bagi warga.Sama sama menjaga saja agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan,”ungkapnya.(baim).






