
PADANG – Sejumlah anggota DPRD Kota Padang mengkritik pelaksanaan proyek yang berasal dari anggaran pokok-pokok pikiran (pokir) anggota dewan yang diusulkan. Pasalnya, sampai saat ini masih ada proyek yang belum terealisasikan dengan baik.
Namun, Anggota DPRD Kota Padang, Iswanto Kwara mengaku, secara pribadi ia tak ada masalah dengan anggaran pokir. Semua pokir yang ia usulkan telah dilaksanakan semuanya. Bahkan, pengerjaannya berjalan dengan aman, lancar dan sudah selesai semuanya.
“Untuk pokir, saya bersyukur tidak ada masalah, aman, lancar, dan selesai,” sebut politisi PDI Perjuangan itu. Sekarang yang sedang dikerjakan adalah drainase di depan rumah saya di Kelurahan Kampung Pondok Tanah Broyo. Ini yang terakhir. Setelah itu tidak ada lagi,” ujarnya, Kamis (9/11)
Dikatakan, untuk Pokir yang ia usulkan terdiri dari betonisasi jalan di Koto Marapak, hotmix di Tanah Baroyo, normalisasi drainase di Aia Mati Berok Nipah, normalisasi di jalan Gereja, normalisasi di Bandar Pulau Karam dan pembangunan gerbang (gapapa,red) di SDN 29 Purus.
“Namun, untuk pengerjaan drainase di Tanah Broyo ini saya minta pada dinas terkait agar pengerjaan drainase ini mana yang terbuka biarkan terbuka dan mana yang ada jembatannya dibuatkan kembali jembatan – jembatan tempat lewat kendaraan warga untuk masuk ke rumah rumah mereka seperti semulanya. Tak mungkin dana pribadi saya untuk membangunnya karena lokasi ini sudah masuk ke dalam anggaran Pokir,” kata Iswanto.
Walaupun demikian, ia tetap berharap Pemko tetap memperhatikan kritikan Pokir yang disampaikan anggota dewan lainnya. “Jadi, apa yang kita lakukan sebagai anggota DPRD ini memasukan Pokir, data-data yang dikerjakan itu dikerjakan sesuai aturan. Misalnya, di jalan A, apa pengerjaannya, ya itu yang dikerjakan, sehingga bisa bermanfaatlah bagi masyarakat,” lanjutnya.
Ia juga meminta Pemerintah Kota Padang mengerjakan Pokir yang diusulkan anggota dewan di awal-awal tahun. Jangan sampai pekerjaan diundur-undur sampai pertengahan atau akhir tahun. Ia juga minta waktu pengerjaannya langsung dikerjakan setelah tender.
“Kadang-kadang, untuk Pokir ini, data sudah kita masukkan untuk 2018 pada 2017. Kan seharusnya di awal-awal tahun sudah dikerjakan. Jangan sampai tunggu lagi di akhir tahun atau lewat dari pertengahan tahun. Selain itu, kami harapkan pada Pemko Padang harus bisa menyeleksi kontraktor atau rekanan yang profesional dalam pemenang lelang tender. Jangan nanti karena ada unsur kedekatan dengan Pemko, rekanan yang tak profesional bisa jadi pemenang. Kami inginkan kontraktor yang profesional, jadi hasilnya tidak terkesan asal asalan sehingga masyarakat pun puas,” ungkapnya.
Dari pantauan, hingga berita ini diterbitkan, terlihat beberapa pekerja masih melaksanakan pengerjaan drainase di Tanah Broyo Kampung Pondok. Terlihat pengerjaan drainase masih belum tuntas seluruhnya dan jembatan – jembatan di depan rumah warga masih disiasati menggunakan papan agar kendaraan mereka bisa masuk ke dalam pekarangan rumah mereka. (baim)






