
PASAMAN – Wakil Bupati Pasaman, Atos Pratama menyambut kedatangan KRU Energi Asia Pte Ltd Singapore. Kehadiran perusahaan asing itu dalam rangka menjajaki kerjasama pembangunan pembangkit listrik tenaga biogas di daerah itu.
Wabup Atos Pratama mengatakan, kedatangan para petinggi perusahaan KRU Energy ke Pasaman, Senin (30/7) sebagai bentuk keseriusan perusahaan untuk berinvestasi di daerah Utara Sumatera Barat itu.
“Kita patut bersyukur dan berbangga, pihak KRU lewat delegasinya, Denis Tan (Managaing Director), Dave Tan (Chief Techical Officer), Rani (Director KRU Malaysia) dan Agustinus (Line Officer Jakarta), telah tiba di Pasaman,” kata Atos kepada padangmedia.com, Selasa (31/7).
Menurutnya, pihak KRU Energy berencana berinvestasi di Pasaman dalam bidang program Listrik Agro Gas Power Plants, 360 MW, memanfaatkan sumber energi listrik terbarukan dari tanaman shorgum.
“Selepas presentasi ini, pihak perusahaan akan mengurus berbagai perizinan ke kementerian terkait. Meninjau lahan, lokasi penanaman shorgum yang merupakan bahan baku bagi energi listrik biogas pertama di Indonesia ini,” katanya.
Dikatakan, jika proyek itu berjalan mulus, akan banyak keuntungan didapat oleh daerah itu ke depannya. Selain menambah sumber pemasukan bagi PAD, juga akan menyerap lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat setempat.
“Insya Allah, Kabupaten Pasaman akan mendapatkan banyak keuntungan dari rencana investasi ini. Selain mendatangkan benefit untuk peningkatan pendapatan asli daerah, juga akan membuka lapangan kerja,” ungkap Atos Pratama
Untuk menghasilkan pasokan listrik hingga mencapai 360 MW, pihak perusahaan, katanya, membutuhkan ketersediaan lahan yang tidak sedikit jumlahnya. Untuk 1 MW saja, kata dia, membutuhkan lahan seluas 200 hektare lebih.
“Satu megawat membutuhkan 200 hektare lahan sebagai wadah menaman tanaman shorgum. Jadi, butuh puluhan ribu hektare lahan dan itu tersebar di berbagai wilayah di Pasaman,” tukasnya.
Managing Director KRU Energy Singapore, Dennis Tan membenarkan, rencana investasi yang akan mereka lakukan di Kabupaten Pasaman dapat menyerap banyak tenaga kerja serta memberikan benefit tersendiri bagi kabupaten tersebut.
“Perusahaan kami ini akan menyerap banyak tenaga kerja lokal, berkisar 70-100 orang untuk 1 MW. Untuk tenaga ahli atau kunci baru mendatangkan tenaga kerja asing. Areal pengolahan, kami membutuhkan sekitar 1,5 Ha lahan,” katanya lewat penerjemah bahasa, Agustinus.
Ia mengatakan, pembangkit listrik tenaga Biogas itu mengadopsi teknologi baru yang sudah diterapkan di Eropa Barat dan ramah lingkungan. Energi Sorghum menggantikan sumber energi gas alam dengan menggunakan gas biogas yang bersih dan tahan lama.
“Pembangkit listrik tenaga biogas atau agrogas dengan memanfaatkan tanaman sorgum ini dari segi lingkungan aman. Energi yang dihasilkan bio, yang terbarukan. Dampak lingkungan sangat minimal sekali,” katanya.
Kru Energy, katanya, lebih dari 28 tahun beroperasi di seluruh Jerman, Kanada dan Amerika Serikat, India, Thailand dan Malaysia. Memegang lebih dari 16 hak paten di seluruh Asia tenggara dan Singapura, tumbuh lebih dari 10.000 hektar tanaman Sorghumn yang sudah paten.
“Perusahaan kami menerapkan pertanian berbasis energi terbarukan,” ungkapnya. (riki)






