
AGAM – Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengimbau masyarakat yang berada di lokasi rawan bencana untuk terus meningkatkan kewaspadaan terkait dengan tingginya curah hujan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Bambang Warsito, Kamis (5/1) mengatakan, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana yang diakibatkan curah hujan tinggi seperti, banjir, longsor dan angin kencang.
“Kita juga memantau titik-titik rawan longsor yang sering terjadi di Kecamatan Palupuh, Palembayan, Malalak, Tanjung Raya. Bencana banjir di Kecamatan Tanjung Raya dan Kecamatan Ampek Nagari,” kata Bambang Warsito.
Untuk meminimalisir korban jiwa dan kerugian, pihaknya meminta camat dan perangkat nagari untuk selalu berkoordinasi dalam memberikan peringatan.
Berdasarkan data dari Pusdal Ops BPBD Agam Kamis (05/01), dampak curah hujan tcukup tinggi di Kabupaten Agam mengakibatkan longsor sebanyak sejumlah titik. Di antaranya di Jorong Sungai Baluka, Nagari Nan Tujuah, Kecamatan Palupuah terdapat 2 titik sepanjang 5 meter dengan tinggi 4 meter. Akibatnya 2 unit mobil tertimpa material longsor dan tidak ada korban dalam musibah tersebut.
Penanganan dilakukan masyarakat dengan melakukan gotong royong, sehingga jalan sudah bisa dilewati dengan sistem buka tutup. Selain itu, banjir juga terjadi di Jorong Parak Laweh dan Jorong Kuran-Kuran, Nagari Nan Tujuah, Kecamatan Palupuh. Banjir tersebut merusak seperempat hektar sawah penduduk setempat.
Untuk Kecamatan Ampek Koto sempat terputus dan kembali dibuka Rabu kemarin, ruas jalan Sungai Landia dan Jambak Kecamatan IV Koto, kembali dihantam longsor sehingga ruas jalan utama yang menghubungkan Lubuk Basung- Bukittinggi kembali putus.
Sementara itu, kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Malalak, Lubuk Basung dan Tanjung Mutiara.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Martias Wanto Dt. Maruhun yang juga Kepala BPBD Agam, mengatakan personil gabungan saat ini sudah diterjunkan ke berbagai titik yang terkena bencana.
Saat ini, Agam berstatus siaga bencana mengingat banyaknya kawasan yang terdampak. “Kami mengimbau warga untuk waspada dan hindari daerah rawan, kami berharap masyarakat berperan dengan menginformasikan pada petugas jika terjadi musibah,” tegasnya. (fajar/amc)






