
MENTAWAI – Insiden pengusiran terulang kembali dilakukan pihak resort kepada anak negeri sendiri. Kali ini terjadi kepada organisasi DPD KNPI Mentawai bersama rombongan KNPI Sumbar.
Persoalan ini terjadi di Awera resort, Minggu (17/1) sekira pukul 16.30 WIB, kata Vovi. M, salah satu anggota KNPI Mentawai saat dikonfirmasi awak media.
Ia mengatakan, insiden pengusiran ini terjadi saat rombongan kami baru sampai di dekat pantai awera, pihak manajemen Awera Resort langsung menyambut dengan bahasa “tidak boleh berada di area lokasi Awera Resort”.
Kemudian dilakukan konfirmasi ulang, namun pihak resort tetap tidak mengizinkan. Sementara, di tempat tersebut juga ada kabid pariwisata kebetulan satu tujuan ke tempat pantai Awera, ucap Vovi.
Dikatakan, pihak resort melarang rombongan KNPI berada di dekat pantai awera, alasannya karena ada tamu, sementara Awera Resort belum bisa menerima tamu sampai bulan maret karena sedang melakukan renovasi.
Setelah dilakukan korcek, ternyata tamu yang dimaksud manajemen kiranya pengelola awera resort itu sendiri, berarti hanya alasan klasik saja supaya tidak boleh berada di pantai awera, kata Vovi.
Ketua DPD KNPI Mentawai, Ardiman Saurei mengatakan, pasca pengusiran yang dilakukan pihak awera resort ini merupakan dampak yang serius, karena yang ada dalam resort tersebut orang asing.
Terkait soal hak dan kewajiban sangat kami hargai, tapi insiden yang dilakukan pihak awera resort sebuah pukulan telak bagi KNPI mentawai, ini adalah berbicara kedaulatan negara, ucapnya
Intinya rombongan KNPI bersama KNPI Sumbar datang kesana hanya sebatas refresing, tidak ada niat untuk menganggu dan merusak, tapi perlakuan pihak resort seperti orang pendatang, kata Ardiman.
Sebenarnya kami terkejut apa yang menjadi landasan mereka mengusir anak negeri di tanah sendiri, kata Ardiman karena kita berharap terakhir terjadi pengusiran yang di alami aloita resort, namun kembali lagi terjadi pengusiran.
“Kami sebagai pemuda mentawai yang lahir di tanah sendiri memang sulit menerima perlakuan pengusiran yang dilakukan oleh pihak awera resort” kata Ardiman.
Kejadian itu tetap ditindaklanjuti dengan menyurati pihak pemerintah serta terus dilakukan pemantauan, dan KNPI mentawai akan mengusut legalitas awera resort, tegasnya. (ers)






