
SAWAHLUNTO – Iven tahunan Tour de Singkarak bagi pemerintah selain ajang olahraga merupakan momen untuk mempromosikan pariwisata Sumatera Barat ke dunia.
Namun, bagi masyarakat biasa, ada hal lain yang diharapkan dari ajang tersebut. Yakni, perbaikan jalan di lingkungan mereka. Pasalnya, biasanya menjelang pelaksanaan TdS, pemerintah telah mengaspal jalan sehingga bisa mulus dilewati pebalab.
Warga Durian I Kota Sawahlunto salah satunya. Mereka berharap kehadiran perhelatan Tour de Singkarak (TdS) yang melintasi Kota Sawahlunto berdampak pada diperbaikinya jalan di daerah mereka.
Tahun lalu, Kota Sawahlunto dilewati pebalab di etape 6 yang melakukan start di Padangpanjang dan finish di Kota Solok. Ruas jalan yang kerap rusak di Durian I – Lubang Panjang pun diperbaiki.
Namun, kondisi ruas jalan negara tersebut kembali rusak parah beberapa waktu setelah usai kegiatan tersebut. Warga kembali berharap kalau iven TdS melintas, setidaknya jalan akan diperbaiki kembali.
“Biasanya kalau ada TdS, jalan Karang Ayar – Sei Durian – Lubang Panjang yang rusak ini akan diperbaiki,“ kata Junarto (39), salah seorang warga Durian I kepada padangmedia.com di Pasar Sapan, Kamis (10/9).
Kalau tak ada TdS, sebutnya, jalan yang rusak parah ini belum tentu sampai kapan diperbaiki. “Kini kondisi jalan sudah makin parah, hanya ditambal dan diberi timbunan saja,” keluh ayah tiga orang anak itu.
TdS tahun 2015 ini akan menempuh rute sepanjang 1.300 kilometer pada etape IV, Selasa, 6 Oktober 2015. Jarak yang ditempuh sepanjang 160 km, start mulai dari Muara Labuh, Kabupaten Solok Selatan dan finish di Taman Wisata Kandi Kota Sawahlunto. Daerah lintasan ini akan melewati Padang Aro, Muara Labuh, Surian , Danau Kembar, Bukit Sileh, Solok , Muara Kalaban dan Sawahlunto. (tumpak)






