
DHARMASRAYA – Bangunan Mapolres Dharmasraya, Minggu (12/11) dinihari tadi dibakar dua pelaku terduga teroris. Kronologi kebakaran, api berawal dari ruangan pembuatan SIM di bagian belakang.
Sesaat kemudian, personel piket Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) mencoba untuk memadamkan api sambil berteriak mencari pertolongan. Selang semperempat jam kemudian, mobil pemadam kebakaran tiba di Mapolres. Namun, api dengan cepat menjalar ke bagian ruangan satlantas, intelkam, ruangàn tahanan dan lainnya.
Saat proses pemadaman itulah, personil Damkar melihat dua orang dengan gerak gerik mencurigakan yang berpakaian serba hitam dan membawa busur panah. Keduanya juga sempat meneriaki petugas Damkar untuk menghentikan pemadaman.
Anggota polres kemudian mengepung kedua pria tersebut. Namun, keduanya melawan dan sempat melepaskan busur panah kepada petugas hingga salah seorang petugas mengalami luka. Polisi akhirnya menembak mati kedua pria itu.
Dari penggeledahan polisi, pada jasad kedua pria tersebut ditemukan 1 busur panah, 8 buah anak panah, dua buah sangkur, sebilah pisau kecil, dan selembar kertas yang berisikan pesan jihad. Dalam surat berisi pesan jihad tersebut, tertera nama Abu Azzalam Al Arkhobiliy di bagian akhir surat.
Kapolres Dharmasraya, AKBP Roedy Yoelianto menyatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman apakah serangan terhadap Mapolres tersebut terkait dengan teroris atau tidak. “Kita akan melakukan pendalaman,” katanya.
Beruntung peristiwa itu tak menimbulkan korban jiwa pada pihak kepolisian atau warga. Sembilan orang tahanan juga berhasil dievakuasi dan dititipkan ke tahanan Polres Pulau Punjung. (ek)







