
SIJUNJUNG – Kaburnya 18 orang penghuni Lembaga Pemasyakatan (Lapas) Kelas IIB Muaro Sijunjung dari sel tahanan, Minggu (17/9) terbilang nekat. Mereka memanfaatkan momen saat petugas mengantar nasi untuk makan siang.
Saat petugas piket lapas bernama bernama Doni (38) membuka sel tahanan untuk mengantar nasi makan siang, saat itulah para tahanan langsung menerobos kabur. Petugas yang sempat menghadang para tahanan malah ditikam pisau. Petugas tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit akibat luka tusukan.
Polres Sijunjung khususnya Satuan Reskrim dan Intel langsung melakukan pengejaran. Hasilnya, dari informasi yang diperoleh sementara, tiga dari 18 warga binaan yang melarikan diri berhasil ditangkap jajaran Satreskrim Polres Sijunjung. Namun, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun Lapas terkait ketiga napi yang berhasil ditangkap itu.

Dari informasi yang diterima padangmedia.com, 18 napi yang kabur itu atas nama, Bendri Bon, Eki Nopriana, Junaidi, Risman, Teye Geli, Ardianlo, Suhen, Randi Derion, Dani Darmanto, Nasrul Effendi dan Abdul Dasril panggilan Dedet. Mereka rata-rata merupakan narapidana tindak kriminal dan kasus narkoba. Sembilan di antaranya merupakan pindahan dari Lapas lain. (og/tump)






