AGAM- Kecelakaan yang menyebabkan satu keluarga, suami isteri dan dua orang anaknya tewas di Baso Kabupaten Agam diduga karena supir truk mengantuk.
Truk dengan nomor polisi BA 8146 EU melaju dari arah Payakumbuh menuju arah Bukittinggi sudah terlihat oleng sekitar 50 meter sebelum tempat kejadian. Dari arah berlawanan, datang sepeda motor Honda Revo yang dikendarai Iswandi DJ (40) membonceng isterinya Rita Disyanti (38) dan dua orang anak, Rama (7) dan Tasya (5).
Truk yang sudah berjalan oleng akhirnya rebah ke arah kanan dan menghimpit satu keluarga itu. Kepala Satuan Lalulintas (Kasatlantas) Polres Agam AKP Arnanda Putra menerangkan, korban sempat terseret beberapa meter.
“Diduga supir mengantuk sehingga bus menjadi oleng dan menabrak sepeda motor dari arah berlawanan,” kata Arnanda.
Musibah kecelakaan itu terjadi di km 18 jalan raya Bukittinggi – Payakumbuh, tepatnya di dekat Kantor Walinagari Padang Tarok Kecamatan Baso.
Dalam peristiwa itu, Iswandi dan dua anaknya, Rama dan Tasya tewas di tempat sementara isterinya menghembuskan nafas terakhir di RS Ahmad Muchtar Bukittinggi. Korban diketahui beralamat di Desa Koto Simalanggang Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Limapuluh Kota. (fajar/f)






