Ini Harapan Petani di Agam pada Bupati Terpilih
  • Home
  • Agam
  • Ini Harapan Petani di Agam pada Bupati Terpilih

Ini Harapan Petani di Agam pada Bupati Terpilih

Ilustrasi. (net)
Ilustrasi. (net)

AGAM – Masyarakat Kabupaten Agam berharap siapapun yang terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Agam diharapkan tetap bisa berlaku bijak. Yakni, dengan lebih mengutamakan kepentingan masyarakat banyak dengan tanpa membedakan antara pendukung atau bukan. Keinginan serta harapan masyarakat tertumpang pada pemenang Pilkada.

Salah satunya bagi kalangan petani. Mereka berharap, bupati dan wakil bupati terpilih nantinya lebih peduli pada nasib petani dan pekebun. Bila tidak, Agam akan sulit maju karena mayoritas penduduknya adalah petani dan pekebun.

“Kami berharap Pemkab Agam di bawah pimpinan bupati terpilih nantinya dapat mengupayakan peningkatan harga sawit di Kabupaten Agam,” ungkap Anang (65), salah seorang petani sawit di daerah itu, Jumat (11/12).

Sementara itu, salah seorang petani karet, Adnan (37), warga Batu Kambiang, Kecamatan Ampek Nagari, mengatakan, petani karet, terutama di Kecamatan Ampek Nagari berharap Pemkab Agam di bawah bupati terpilih lebih memperhatikan nasib mereka. Mereka menilai, selama ini perhatian pemerintah terhadap nasib mereka sangat rendah, terutama pada penetapan harga jual karet rakyat.

“Harga karet akhir-akhir ini sangat menyengsarakan kami. Karena itu, kami berharap agar Bupati Agam terpilih, nantinya berupaya agar harga jual karet lebih baik lagi, sehingga kami pun bisa menikmati hasil usaha kami,” ujar Adnan.

Menurutnya, dulu harga karet mencapai Rp18.000 sampai Rp20.000 per kilogram. Namun, kini hanya berkisar antara Rp5.000 sampai Rp6.000 per kg. Dengan harga demikian, sulit bagi petani karet untuk hidup berkecukupan.

“Dengan harga seperti itu, jangankan untuk menyekolahkan anak, untuk makan hari ke-hari saja susah,” ujarnya dengan nada lirih.

Di Kecamatan Tanjung Raya, para petani ikan, terutama mereka yang menjadi pembudidaya ikan sistem keramba jala apung (KJA), juga mengeluh. Keluhan mereka dipicu melangitnya harga pakan ikan. Di sisi lain, harga jual ikan hasil KJA mereka tetap rendah.

“Sudah banyak usaha KJA rakyat yang mati, karena sudah dinilai tidak lagi menguntungkan. Yang bertahan kini hanya milik pengusaha berduit,” ujar Firdaus, salah seorang petani ikan.

Sedangkan di Kecamatan Matur, para petani tebu di daerah itu juga berharap agar Pemkab Agam di bawah pimpinan bupati terpilih nantinya lebih fokus membantu memakmurkan petani tebu. Kini kebanyakan petani tebu di daerah itu belum merasakan “manisnya saka”. Karena yang menikmatinya baru para pedagang dan calo di pasar-pasar di sekitar lokasi sentra penghasil saka.

“Kami berharap, Pemkab Agam di bawah pimpinan bupati terpilih nantinya dapat menyejahterakan petani tebu melalui bantuan modal dan teknologi. Di sisi lain, sektor pemasaran juga membutuhkan sentuhan tangan pemerintah, melalui SKPD terkait.” Harap St. Rajo Bungsu, salah seorang petani tebu didaerah itu. (fajar)

Berita Terkait

Leave a Reply