Inflasi Tahunan Masih 7,87 Persen, Oktober 2022 IHK Sumbar Deflasi
  • Home
  • Berita
  • Inflasi Tahunan Masih 7,87 Persen, Oktober 2022 IHK Sumbar Deflasi

Inflasi Tahunan Masih 7,87 Persen, Oktober 2022 IHK Sumbar Deflasi

Image
Infografis IHK Sumbar Juli 2021. (ist)

PADANG- Secara tahunan, Indeks Harga Konsumen (IHK) Sumatera Barat masih mengalami inflasi sebesar 7,87 persen year on year (yoy). Namun secara bulanan (month to month/mtm) pada Oktober 2022 sudah mengalami deflasi sebesar -0,22 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia wilayah Sumatera Barat Wahyu Purnama A menyampaikan hal itu dalam siaran pers yang diterima Rabu (2/11/2022). Menurutnya, hal itu berdasarkan berita resmi statistik yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) umum di Sumatera Barat pada Oktober 2022.

“Realisasi IHK Sumatera Barat tercatat mengalami deflasi sebesar -0,22 persen (mtm), menurun dibandingkan realisasi September 2022 sebesar 1,39 persen (mtm),” kata Wahyu.

Secara spasial, deflasi di Sumatera Barat pada Oktober 2022 disumbang oleh deflasi di Kota Padang sebesar -0,22 persen (mtm). Realisasi itu mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya yang inflasi mencapai 1,34 persen (mtm).

Kota Bukittinggi juga mengalami deflasi pada Oktober 2022 sebesar -0,25 persen (mtm). Menurun dibandingkan September 2022 sebesar 1,87 persen (mtm).

Berdasarkan realisasi bulanan, Kota Padang berada pada urutan ke-16 deflasi terendah dari 22 kota yang mengalami deflasi di Sumatera, serta berada pada urutan ke-29 deflasi terendah dari total 61 kota yang mengalami deflasi di Indonesia. Sementara, Kota Bukittinggi berada pada urutan ke-15 deflasi terendah di Sumatera, dan urutan ke-28 deflasi terendah secara nasional.

“Pada bulan Oktober 2022, inflasi tahunan Sumatera Barat sebesar 7,87 persen (yoy). Lebih rendah dibandingkan realisasi inflasi tahunan bulan September yang mencapai 8,49 (yoy),” ujarnya.

Berdasarkan realisasi inflasi tahun berjalan, sampai Oktober 2022), inflasi Sumatera Barat tercatat sebesar 6,71 persen year to date (ytd). Juga sedikit menurun dibandingkan September 2022 yang sebesar 6,95 persen (ytd).

Berdasarkan realisasi inflasi bulanan, deflasi Sumatera Barat pada Oktober 2022 terutama disumbang oleh deflasi komoditas cabai merah, telur ayam ras, daging ayam ras, minyak goreng dan mangga. Komoditi tersebut mengalami penurunan harga karena masuknya musim panen serta kestabilan antara permintaan dan ketersediaan.

“Meski demikian, deflasi lebih lanjut tertahan oleh inflasi pada beberapa komoditi seperti beras, ikan tongkol, angkutan udara, bensin dan bawang merah,” lanjutnya.

Dia menjelaskan, komoditas beras kembali mengalami inflasi disebabkan oleh penurunan produktivitas hasil panen di Sumbar akibat tingginya curah hujan menyebabkan kenaikan kadar air pada gabah, serta terjadinya serangan hama wereng. Ikan tongkol mengalami kenaikan karena cuaca buruk.

Angkutan udara mengalami inflasi yang disebabkan oleh kenaikan tiket pesawat dari maskapai akibat tingginya permintaan terutama pada akhir pekan di bulan Oktober.

Bensin kembali mengalami kenaikan sebagai dampak lanjutan kebijakan kenaikan BBM pada bulan September lalu terutama pada bensin eceran. Sementara itu BBM non-subsidi jenis Dexlite dan Pertamina Dex juga tercatat mengalami kenaikan pada Oktober 2022.

Bawang merah mengalami inflasi yang disebabkan oleh penurunan jumlah pasokan akibat curah hujan yang tinggi berdampak pada hambatan produksi dan distribusi bawang merah yang telah melewati masa panen.

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Barat secara aktif melakukan berbagai langkah pengendalian inflasi daerah di Sumatera Barat dalam rangka menjaga inflasi yang rendah dan terkendali di tengah momentum pemulihan ekonomi. */F

Berita Terkait

Leave a Reply