Indra Catri: Perjuangan Belum Selesai
  • Home
  • Agam
  • Indra Catri: Perjuangan Belum Selesai

Indra Catri: Perjuangan Belum Selesai

Indra Catri
Bupati Agam, Indra Catri.

AGAM – Peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia bukan kegiatan seremonial biasa, tapi penuh arti bagi bangsa dan negara.

“Dulu, para pejuang di segenap lini telah mencurahkan perhatian, semangat, tenaga, pikiran, harta, darah dan nyawa. Mereka merelakan semuanya. Istri rela kehilangan suami, anak tak terhitung banyaknya kehilangan ayah. Juga tidak terhitung ibu yang kehilangan anak kesayangannya. Semua itu demi sebuah kemerdekaan. Kini, kita sudah merdeka, namun perjuangan belum selesai. Perang maha dahsyat kini menghadang Republik yang kita cintai ini,” kata Bupati agam Indra Catri saat berbincang-bincang dengan padangmedia.com di Lubuk Basung, Rabu (16/8).

Perang yang dimaksudkannya adalah perang melawan narkoba dan kemaksiatan. Kini narkoba dan maksiat sedang merajalela. Betapa banyaknya generasi muda yang terjerumus ke lembah hitam, narkoba dan kemaksiatan.

“Makanya, kita harus meningkatkan kesatuan dan persatuan. Narkoba dan maksiat mesti dilawan sampai tuntas. Tanpa kesatuan dan persatuan, narkoba dan maksiat akan susah diberantas. Bila itu terjadi, bangsa yang besar ini akan keropos dan menuju kehancuran,” ungkapnya.

Menurutnya, bila segenap lini bersatu, mulai dari generasi muda, ninik-mamak, alim-ulama, imam-katik, cadiak-pandai, bundo kanduang dan para ASN di setiap tingkatan, diyakini perang melawan narkoba dan maksiat akan berjalan dengan dahsyat.

Dijelaskan, perang melawan narkoba dan maksiat mestinya dimulai dari rumah tangga, lingkungan masyarakat kampung sampai nagari dan tingkat kecamatan, terus ke tingkat kabupaten.

“Kita mesti menerapkan perjuangan berjenjang, sehingga tidak ada celah untuk narkoba dan maksiat menjerat para generasi muda yang kita harapkan sebagai generasi penerus,” terangnya.

Masing-masing pihak memiliki peran strategis. Para orang tua merupakan garda terdepan dalam menghadapi ancaman narkoba dan maksiat. Untuk itu, sangat diharapkan kepedulian mereka terhadap anak-anak mereka. Jangan dibiarkan anak-anak bergaul dengan orang yang diduga kurang beres.

Pengawasan para orang tua sangat dibutuhkan. Apalagi bagi anak dan remaja usia sekolah. Anak-anak usia sekolah sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang orang yua. Bila hal itu tidak mereka peroleh, maka mereka akan mencari di luar. Mereka gampang terpengaruh pergaulan yang kurang beres.

Ninik-mamak selaku ‘warih daripado nabi’ memiliki kewajiban mengawasi anak-kemenakan mereka. Di Minangkabau, mamak sekemenakan yang berarti seorang mamak, apalagi yang berpredikat pangulu berkewajiban mengajari setiap generasi muda Minang.

“Urang Nan Ampek Jinih memiliki peranan masing-masing, yang sangat strategis. Sejatinya, peranan tersebut dimanfaatkan untuk membentuk Generasi Muda Minangkabau yang terbebas dari pengaruh narkoba dan maksiat,” ujarnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Agam itu mengimbau segenap pihak, terutama mereka yang tergolong pimpinan formal dan nonformal agar pada momen peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia sama-sama merenung dan melakukan introspeksi diri. Apa yang sudah kita berikan untuk negara tercinta ini. (fajar)

Berita Terkait

Leave a Reply