Ikut Singgah Sahur, Erisman Tergugah di Kandang Jawi
  • Home
  • Berita
  • Ikut Singgah Sahur, Erisman Tergugah di Kandang Jawi

Ikut Singgah Sahur, Erisman Tergugah di Kandang Jawi

Di sebuah rumah kayu yang tegak bersebelahan dengan kandang jawi (sapi), di situlah nenek Asnawati tinggal sejak 45 tahun silam. Rumah yang berada dekat areal lapangan tembak, Mato Aia Kecamatan Padang Selatan itu kini kondisinya sungguh memiriskan. Dindingnya bolong – bolong dan ditutupi dengan kertas karton seadanya. Atapnya telah bocor. Posisinya pun telah miring.

Namun apa daya, alih – alih memperbaiki rumah, untuk menghidupi sebelas orang anaknya pun, Asnawati harus “berjemur punggung” untuk mendapatkan upah ke sawah orang.  Terlebih setelah suaminya, Khairun, meninggal enam tahun silam, maka perempuan 61 tahun itu semakin lemah. Dan sebagian tanggung jawabnya diambil alih anak laki – lakinya.

Agusrizal (42), putra keduanya inilah yang paling banyak membantu kehidupan keluarga itu. Agusrizal pula yang meneruskan menggarap sawah sambil memelihara sapi milik kelompok tani. Sedangkan anak – anaknya yang lain juga melakoni berdagang atau pekerjaan kasar seperti pekerja bangunan.

Begitulah kondisi keluarga Asnawati yang pada dini hari menjelang sahur, Sabtu (11/7) ini mendapat kunjungan tim singgah sahur tanpa diduga keluarga ini.

”Sungguh kami tak menyangka Pak Wali bersama apak – apak ko datang ka rumah kami. Tantu sanang hati kami,” kata Asnawati usai dikunjungi dan makan sahur bersama tim yang biasanya dimotori Walikota Mahyeldi. Kali ini, Ketua DPRD Kota Padang Erisman juga mengikuti langsung kegiatan yang sudah dilaksanakan sejak Ramadhan 1435 Hijriyah lalu ini.

Saat itulah, Ketua DPRD ini merasa tergugah. Ternyata, kegiatan singgah sahur yang dilakukan Walikota Mahyeldi dan timnya itu bukanlah suatu pencitraan seperti yang dipersepsikan segelintir pihak selama ini.

”Setelah melihat kondisi keluarga yang dikunjungi, memang sangat patut mendapat perhatian kita bersama. Saya merasa tergugah, karena kegiatan ini tepat sasaran,” ungkap Erisman.

Sedangkan Wako Mahyeldi berkomitmen untuk meneruskan kegiatan ini guna percepatan pengentasan kemiskinan di Kota Padang. Sejak tahun lalu, sebanyak 16 keluarga yang dikunjungi melalui kegiatan singgah sahur serta hampir 800 unit rumah tidak layak huni yang telah dibedah.

”Kita melaksanakan singgah sahur ini guna bersilaturahmi dengan warga sekaligus memberikan bantuan untuk pendidikan, kesehatan serta membangun rumah mereka yang tidak layak huni,” sebut Wako.(der)

Berita Terkait

Leave a Reply