
PADANG – PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Sumatera Barat meningkatkan produksi, terutama dalam pembuatan masker. Hal itu sekaligus dalam upaya ikut berkampanye mensosialisasikan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).
Unit Manager Comm, Rel & CSR MOR I, Roby Hervindo, mengungkapkan, masker produksi UMKM tersebut ditampung untuk diserahkan sebagai bantuan.
“Ikut mengkampanyekan AKB, sekaligus mendorong produksi UMKM, Pertamina memberikan bantuan masker yang ditampung dari pelaku UMKM Binaan,” kata Roby, mengutip siaran pers yang diterima wartawan, Jumat (25/9/2020).
Roby menyebutkan, pelaku UMKM terdampak secara ekonomi akibat wabah pandemi Covid-19. Untuk memberdayakan, pihaknya mendorong untuk memproduksi dan turut menampung masker yang diproduksi.
Roby menambahkan, masker bantuan yang ditampung dari pelaku UMKM binaan tersebut sudah ada yang disalurkan. Antara lain, pada Senin (21/9) lalu dibagikan masker bantuan sejumlah 2.250 masker. Diserahkan ke Pemko Padang dan masyarakat di sekitar Fuel Terminal (FT) Teluk Kabung.
“Sebanyak 1.250 masker diserahterimakan kepada Pemko Padang untuk mendukung program Gerakan Bersama Pakai Masker (Gebrak Masker). Penyerahan secara simbolis pada Senin lalu,” ujar Roby.
Masker tersebut diproduksi oleh UMKM Toko Ambun Suri yang telah menjadi mitra binaan Pertamina sejak tahun 2015. Sebelum masa pandemi, UMKM tersebut memproduksi dan menjual beragam produk fesyen.
Diantaranya mukena, hijab, baju, tas, taplak meja, pembungkus kotak tisu dan lain sebagainya. Beradaptasi dengan kondisi pandemi, kini Ambun Suri juga memproduksi masker kain.
Selain untuk masyarakat kota Padang, Pertamina MOR I juga memberikan bantuan sebanyak 1.000 masker untuk masyarakat sekitar FT Teluk Kabung. Masker tersebut diproduksi oleh UMKM binaan FT Teluk Kabung, Dkartinis.
Kelompok binaan usaha kecil menjahit dan souvenir ini, mulai dibentuk dan mendapatkan pengembangan sejak 2017. Selain mendapat dukungan permodalan, Dkartinis juga memperoleh peningkatan kapasitas berupa pelatihan dan pemasaran.
“Ini merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran warga agar konsisten menerapkan 3 M. Yaitu menjaga jarak, menggunakan masker dan rajin mencuci tangan,” kata Roby.
Ketua kelompok Dkartinis, Suirah, mengungkapkan ia bersama kelompoknya bersyukur mendapat orderan masker dari Pertamina.
“Kami senang ditunjuk oleh Pertamina untuk ikut berpartisipasi menyumbangkan masker buatan tangan. Kami berharap warga dapat lebih rajin menggunakan masker yang desainnya menarik,” tuturnya.
Selain bantuan masker, Pertamina MOR I juga sebelumnya telah membagikan beragam bantuan pencegahan dan penanganan COVID-19 di Sumatera Barat. Yaitu berupa 50 buah hazmat suit, 50 pasang sarung tangan medis, 120 sepatu bot medis dan 80 kaca mata medis. Bantuan diberikan kepada rumah sakit rujukan COVID-19.
Juga bantuan 600 paket sembako berisi beras 5 kg, gula 1 kg, sarden, sabun cair dan madu. Serta 500 paket makanan bagi tenaga medis.
“Kami berharap bantuan tersebut dapat sedikit membantu masyarakat dalam menghadapi dan bersama bangkit dari pandemi,” tutupnya.
Sementara itu, kasus positif Covid-19 di Sumatera Barat masih terus meningkat. Sampai kemarin, terhitung sudah 5.150 orang warga positif terinfeksi virus tersebut. (Febry/*)






