
PADANG – Tatkala benih-benih kebersamaan mulai bersemi di kalangan alumni SMA Negeri Tarusan, mendung itu tiba-tiba menyelimuti. Kabar duka meninggalnya Syafril Daniur pada Jumat (21/12/2018) dini hari seolah merenggutkan semua harapan yang ada. Betapa tidak, baru sebulan almarhum dilantik sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga SMA Negeri Tarusan (IKA SMANTAR) dan bersama dengan itu tumbuh harapan untuk menuju sebuah kejayaan bersama. Nyatanya Allah berkehendak lain, pria baik ini dipanggil menghadap-Nya sebelum merealisasikan gagasan-gagasan yang telah digelontorkan.
“Banyak program yang telah kami susun bersama almarhum yang sejogyanya akan dijadikan proyek bersama dalam rangka mengembangkan SDM Pesisir Selatan yang memiliki skill, berkompetensi dan berdaya saing. Namun Allah berkehendak lain, beliau dipanggil lebih cepat menghadap-Nya,” kata Arizal Tanjung selaku Sekjen IKA SMANTAR saat takziyah bersama para alumni di rumah duka, Jalan Alai Parak Kopi (22/12/2018).
Pada kesempatan itu hadir di rumah duka sejumlah perwakilan alumni IKA SMANTAR lintas angkatan, terutama angkatan 87 yang seangkatan dengan almarhum. Dari angkatan ’91, selain Arizal atau Ary Tanjung selaku Sekjen terlihat pengurus yang lain, diantaranya Jasri Dt. Rajo Batuah dan Yendrizal.
Lebih lanjut, Ary Tanjung mengungkapkan, almarhun telah meletakkan pondasi persatuan dalam wadah IKA SMANTAR bagi seluruh alumni. Semangat ini akan diteruskan untuk mewujudkan cita-cita alamarhum yang juga jadi cita-cita bersama keluarga besar SMANTAR.
“Pondasi yang diletakkan almarhum harus kita lanjutkan karena merupakan cita-cita kita bersama,” tutup Ary.
Almarhum Syafril Daniur, putra Asli Barung-Barung Belantai Pesisir Selatan lulusan SMA Negeri Tarusan 1987. Selain sebagai pengajar di Politeknik Negeri Padang, almarhum aktif dalam organisasi alumni. Almarhum meninggalkan seorang istri dan 4 orang anak.(der)






