
MENTAWAI – Seekor ikan paus yang diperkirakan memiliki berat puluhan ton dengan panjang lebih kurang 10 meter, terdampar di pinggiran Pantai Dusun Jati Desa Tuapeijat, Kecamatan Sipora Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai, Senin (2/1). Saat ditemukan warga, ikan paus tersebut sudah membusuk.
Warga pertama kali mengatahui perihal terdamparnya ikan paus tersebut sekitar pukul 07.30 WIB, Senin (2/1). Mendengar berita ikan paus terdampar, pantai Dusun Jati mendadak disesaki ratusan warga. Mereka mengabadikan bangkai ikan paus yang terdampar itu.
Kasat Pol Airud Mentawai, Aiptu Budi Setiawan saat dihubungi padangmedia.com menyebutkan, sebenarnya beberapa nelayan sebelumnya sudah melihat ikan raksasa tersebut terapung-apung di teluk Tuapeijat. Namun, para nelayan enggan menghampiri dan hanya melihat dari jauh saja hingga ikan raksasa itu terdampar dibawa arus.
Menurut Aiptu Budi Setiawan, informasi ikan paus terdampar tersebut disampaikan warga pada pukul 10.00 WIB dari salah seorang warga. Pihaknya segera melakukan upaya evakuasi. Namun, ikan itu terlalu berat, sehingga upaya evakuasi tidak dapat dilakukan karena keterbatasan fasilitas.
“Itupun sudah memakai fasilitas dua unit kapal nelayan untuk melakukan penarikan ikan raksasa itu,” imbuhnya.
Saat ini, lokasi terdamparnya ikan paus besar itu sudah diberi police line. Petugas segera melakukan evakuasi karena keberadaan ikan tersebut sudah mulai membusuk dan berbau menyengat. Satu-satunya jalan adalah dengan mengubur di lokasi yang jauh dari perumahan warga.
Sementara, salah seorang warga Tuapeijat, Hauril mengatakan, sejak kemarin warga sudah melihat dari kejauhan bangkai ikan tersebut. Namun, warga belum bisa memastikan kebenarannya.
“Ikan ini sejak kemarin sudah tampak dari jauh, ternyata ikan paus. Memang banyak nelayan yang melihatnya saat pergi memancing. Tapi, mereka hanya membiarkan hanyut begitu saja sampai ikan ini terdampar di sini,” ungkapnya.
Kepala Dusun Jati, Yoserizal menyebutkan, hal tersebut akan dilaporkan kepada pihak desa. Warga akan meminta bantuan kapal untuk menarik bangkai tersebut ke tengah laut, sebab dikhawatirkan baunya akan menyebar dan mengganggu kesehatan.
“Kita takutkan ikan ini pecah dan akan menyebarkan bau yang akan mengganggu kesehatan warga. Untuk solusinya kita akan minta bantuan dari masyarakat Desa Tuapejat dan melaporkan ini kepada pihak Pol Airud Mentawai dan Pos Sar Mentawai,” ujarnya. (ers)






