
AGAM – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Agam menyelidiki dugaan kebocoran limbah PT Agra Masang Perkasa (AMP) Wilmar Internasional dengan menguji sampel air di lingkungan perusahaan tersebut baru-baru ini. Penyelidikan itu berawal karena banyak ikan mati di sungai sekitar perusahaan.
“Benar, saat ini kita sudah mengambil sampel air di batang air aliran pipa PT AMP. Kondisi itu harus dilakukan karena adanya laporan dari masyarakat. Sampel air itu sudah dikirim ke labor di Padang,” kata Kepala UPT Laboratorium DLH, Agam, Meri Kamtesa saat dikonfirmasi, Jumat (3/11) sore.
Dikatakannya, pasca mendapatkan laporan masyarakat, pihaknya langsung mendatangi PT AMP dan menelusuri aliran air di lingkungan perusahaan tersebut. “Ikan di sungai banyak yang mati. Jadi, kita harus tindak lanjuti hal ini,” ungkapnya.
Dikatakannya, matinya ikan ada banyak kemungkinan. Bisa dari kebocoran limbah, bisa juga akibat masyarakat melakukan peracunan untuk pengambilan ikan. Oleh sebab itu, pihak DLH melakukan penyelidikan dengan memeriksa air di sungai tersebut.
“Kita akan terima hasil sampel itu dalam waktu dekat,” jelasnya. (fajar)






