
PASAMAN – Mengisi kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bahayangkara ke 73, Bupati Pasaman Yusuf Lubis mencanangkan pelayanan program Keluarga Berencana – Kesehatan (KB – Kes). Pencanangan itu bertempat di Puskesmas Lansek Kadok Kecamatan Rao Selatan pada, Kamis (27/6).
Pencanangan ditandai dengan pemukulan gong oleh Sekretaris BKKBN Sumbar, Budi Mulya didampingi Bupati Pasaman, Yusuf Lubis dan unsur Forkopimda lainnya. Turut hadir dalam kesempatan itu, Staf Ahli Bupati, asisten, Kepala OPD, Ketua Tap PKK Pasaman, Ketua GOW Pasaman, Ketua Bhayangkari, Kepala Puskesmas, Camat dan wali nagari se kabupaten Pasaman.
Yusuf Lubis menyebutkan, pelayanan program KB – Kes tersebut mendapat dukungan dari Polres Pasaman, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan pihak terkait lainnya. Dia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memprakarsai kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polres Pasaman, IBI dan pihak terkait yang telah memprakarsai pelaksanaan program KB – Kes di daerah ini,” katanya.
Dia menerangkan, program KB ini merupakan program nasional yang harus disukseskan bersama. Masalah pengendalian pertumbuhan penduduk bukanlah persoalan yang berdiri sendiri.
“Hal ini akan saling berkaitan. Persoalan pertumbuhan penduduk di suatu daerah akan berpengaruh terhadap daerah lainnya, juga memberi dampak terhadap persoalan yang lain,” tukasnya
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPP-KB) Pasaman, Desrizal mengatakan, pencanangan pelayanan KB-Kes Bhayangkara dan pelayanan kesehatan gratis ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Melalui program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan kesehatan keluarga, dapat mewujudkan keluarga kecil yang berkualitas,” katanya.
Dia menambahkan, kegiatan tersebut juga dalam rangka meningkatkan peran pemerintah, pemerintah daerah, lembaga non pemerintah dan swasta dalam memfasilitasi, pendampingan dan pembinaan masyarakat. Selain itu, juga ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pembangunan berwawasan kependudukan,” terangnya. (riki)






