Husni: Pilkada Badunsanak Masih Relevan dan Jadi Referensi Nasional!
  • Home
  • Berita
  • Husni: Pilkada Badunsanak Masih Relevan dan Jadi Referensi Nasional!

Husni: Pilkada Badunsanak Masih Relevan dan Jadi Referensi Nasional!

Husni Kamil Manik saat di Pilwako Padang beberapa waktu lalu. (dok.padangmedia)

PADANG – Ketua KPU RI menegaskan bahwa independensi menjadi kata kunci terciptanya  Pemilihan kepala daerah (Pilkada) berintegritas. Seluruh penyelenggara pemilihan dan Aparatur Sipil Negara (ASN), perangkat pemerintahan dan aparat keamanan menjaga netralitas dalam Pilkada serentak.

Hal itu diingatkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Husni Kamil Manik saat membuka deklarasi Pilkada serentak berintegritas Sumatera Barat di Padang, Rabu (9/9). Tanpa independensi penyelenggara, integritas yang diharapkan tidak akan tercapai.

“Kata kuncinya adalah independensi. Penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU dan Bawaslu harus berkomitmen menjaga independensi dalam melaksanakan pilkada,” kata Husni.

Terhadap pegawai negeri sipil (ASN), TNI, Polri dan seluruh perangkat pemerintahan, Husni mengingatkan untuk dapat menjaga netralitas dalam rangka menciptakan suasana pilkada yang kondusif.

“Jika semua pihak berkomitmen maka kami yakin pelaksanaan pilkada serentak berintegritas di Sumatera Barat akan tercipta,” ujarnya.

Selain itu, kata Husni, tagline ‘Pilkada Badunsanak’ yang telah digaungkan di Sumatera Barat sejak dua periode lalu, masih relevan untuk dipertahankan. Filosofi ini dirasakan memberi jiwa bagi masyarakat Minangkabau. Pilkada badunsanak selalu menjadi topik diskusi di tingkat nasional dan banyak daerah menjadikannya sebagai referensi dalam pelaksanaan Pilkada.

Sementara menurut Penjabat Gubernur Sumatera Barat, Reydonnyzar Moenek, kesuksesan Pilkada serentak berintegritas di Sumbar merupakan kesuksesan masyarakat Ranah Minang dalam mengimplementasikan nilai-nilai demokrasi.

Tahun 2015 ini, Pilkada serentak di Sumbar digelar untuk 13 daerah kabupaten/ kota bersamaan dengan pemilihan gubernur – wakil gubernur. Ada 40 pasang calon yang akan berkompetisi merain dukungan untuk menjadi pemimpin di daerahnya.

Deklarasi Pilkada serentak berintegritas diikuti dengan pembacaan ikrar oleh seluruh Pasangan Calon (Paslon), baik Paslon gubernur- wakil gubernur maupun Paslon bupati-wakil bupati dan Paslon walikota-wakil walikota. Dilanjutkan dengan penandatangan ikrar oleh seluruh Paslon. (feb)

Berita Terkait

Leave a Reply