
PADANG – Sekretariat dan Forum Wartawan Parlemen (FWP) DPRD Kota Padang melaksanakan studi banding ke Kota Bandung terhitung 13 – 17 November 2017. Studi banding merupakan lanjutan dari workshop yang telah digelar sebelumnya di Kota Padang.
Studi banding ke Kota Kembang itu mendatangi DPRD Kota Bandung, Pemko Bandung serta PWI Bandung Jawa Barat. Studi banding dalam rangka meningkatkan serta penguatan kualitas publikasi serta menjalin kemitraan DPRD bersama Forum Wartawan Parlemen (FWP) Padang.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Wahyu Iramana Putra selaku pembina FWP didampingi anggota Komisi I Ilham Maulina dan Sekretaris DPRD Kota Padang yang diwakili Kepala Bagian Humas Hermanto. Rombongan diterima langsung oleh jajaran pengurus PWI Jabar.
Tujuan utama dalam kunjungan sekretariat dan Forum Wartawan untuk mengetahui bagaimana Kota Bandung bermitra dengan media lokal maupun nasional. Bukan itu saja, forum wartawan juga bisa mengetahui strategi Pemerintah Kota Bandung dalam mengelola media sebagai alat promosi dan publikasi.
Dalam kunjungan itu, rombongan diterima oleh Jaja Nurjaman, Kasubag Umum Sekretariat DPRD Kota Bandung. Dijelaskannya, DPRD Kota Bandung beranggotakan 50 orang dengan 7 fraksi. Kota sejuk itu berpenduduk 2,490,622 jiwa.
Bandung tercatat sebagai kota sejarah, di antaranya sebagai tempat berdirinya sebuah perguruan tinggi teknik pertama di Indonesia (ITB), lokasi ajang pertempuran pada masa kemerdekaan serta pernah menjadi tempat berlangsungnya Konferensi Asia-Afrika 1955, suatu pertemuan yang menyuarakan semangat anti kolonialisme. Bahkan, Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru dalam pidatonya mengatakan bahwa Bandung adalah ibu kotanya Asia-Afrika.
Selain itu, Jaja juga menjelaskan bahwa Bandung merupakan kota Industri. Seperti sentra industri tekstil Cigondewah, sentra industri sepatu Cibaduyut, sentra industri jean Cihampelas, dan industri rajut Binongjati, sentra industri tahu dan tempe Cibuntu, sentra industri boneka Sukamulya, sentra industri tas Kebonlega, sentra industri boneka Warung Muncang, sentra industri sparepart Kiara Condong, sentra industri keramik Sukapura dan Kebonjayanti, dan sentra industri las letok dan perbengkelan Parakansaat.
Kabag Humas Peliputan dan Dokumentasi Pemerintah Kota Bandung, Meiwan Kartiwa, menjelaskan, Bandung tidak pernah lepas dari pemberitaan media. Hal itu disebabkan Walikota Bandung, Ridwan Kamil gemar bermedia sosial seperti twiter, instagram, facebook, dan media sosial lainnya. Inilah yang mencuri perhatian media untuk mempublikasikan kinerja Ridwan Kamil.
“Walikota Bandung itu jiwanya muda, pandai menggunakan media sosial. Setiap OPD diperintahkan membuat twitter dan website. Adminnya dilatih untuk bekerjasama menginformasikan pembangunan infrastruktur di Kota Bandung,” ungkapnya. (baim)






