
PADANG – Pengelolaan Hotel Balairung, hotel yang bernaung di bawah PT Balairung Citrajaya, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik pemerintah provinsi Sumatera Barat kemungkinan akan diserahkan ke pihak ketiga. Gubernur dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat telah menyepakati usulan penyerahan tersebut, demi pengelolaan yang optimal agar menghasilkan deviden yang lebih berkontribusi terhadap pendapatan daerah.
Ketua Komisi III DPRD Provinsi Sumatera Barat Murdani menegaskan, pihaknya telah melakukan pembahasan mendalam bersama pemprov dan jajaran komisaris. Rencana penyerahan ke pihak ketiga ini akan dikaji lebih dalam lagi sehingga secepatnya bisa dilakukan secepat mungkin.
“Rencana penyerahan ini akan dikaji lebih dalam sebelum direalisasikan. Kalau bisa secepatnya sehingga bisa diambil keputusan,” kata Murdani, Rabu (20/3/2019).
Dia menyebutkan, Hotel Balairung yang berada di Jakarta tersebut saat ini sudah mencapai tingkat hunian 70 persen. Namun, kondisi itu belum berbanding lurus dengan kondisi keuangan perusahaan karena harus menutup kerugian sebelumnya.
Menurutnya, perusahaan BUMD tersebut harus berkembang. Untuk itu perlu diambil langkah yang tepat agar nantinya bisa menghasilkan laba yang sesuai dengan nilai investasi yang telah dikucurkan oleh pemerintah provinsi.
Murdani mengungkapkan, total nilai penyertaan modal pemerintah provinsi Sumatera Barat pada PT Balairung Citrajaya mencapai Rp180 miliar. Investasi tersebut diharapkan memberikan laba yang memadai sebagai pendapatan daerah untuk mendanai pembangunan yang sangat dibutuhkan masyarakat.
Senada, wakil ketua Komisi III DPRD Provinsi Sumatera Barat Supardi juga mengungkapkan hal yang sama. Dia menyatakan setuju jika perusahaan plat merah tersebut diserahkan pengelolaannya kepada pihak ketiga.
“Agar rencana (penyerahan) tersebut bisa terealisasi, pembahasan perlu dipercepat termasuk dari aspek hukum dan lain sebagainya,” kata Supardi.
Di sisi lain, anggota Komisi III DPRD Provinsi Sumatera Barat Liswandi menegaskan, keberadaan BUMD bertujuan untuk memberikan nilai tambah terhadap keuangan daerah. Pendapatan daerah sangat dibutuhkan untuk membiayai berbagai program pembangunan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
“Kalau ada BUMD yang tidak optimal tentunya perlu dievaluasi dan dicarikan solusi agar bisa memberikan kontribusi seperti yang diharapkan,” tegasnya.
Dia menambahkan, Hotel Balairung berada di kawasan strategis sehingga memiliki prospek yang bagus. Secara fasilitas, hotel yang berada di kawasan Matraman Jakarta Timur ini juga sudah cukup memadai. (fdc)






