
AGAM – Mengantisipasi ulah harimau yang masuk ke kandang ternak milik masyarakat, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Kabupaten Agam memasang perangkap di wilayah palembayan tangah, Kecamatan palembayan.
Kepala BKSDA Agam Syahrial Tanjung didampingi petugas BKSDA Syafrial Suharto di Lubuk Basung, Jumat (17/3), mengatakan, kerangkeng sudah dipasang sejak Kamis (16/3) di bawah pengawasan petugas BKSDA. Berkeliarannya harimau kemudian memangsa ternak sudah sangat meresahkan.
“Pemasangan ini dilakukan karena harimau sudah berani masuk dekat dengan pemukiman masyarakat. Kami memasang perangkap setelah satu ekor harimau memangsa kambing dan meresahkan warga setempat pada Rabu (15/3) kemarin,” katanya kepada padangmedia.com.
Ia menjelaskan, sejak berapa waktu terakhir BKSDA mencatat, ternak warga yang dimangsa harimau di Kecamatan Palembayan dan Matur selama 2017 sudah mencapai 10 kasus. Dari jumlah tersebut, ternak yang dimangsa harimau di Kecamatan Palembayan dan Kecamatan Matur sudah mencapai belasan.
Sebelumnya, kerangkeng juga sudah dipasang beberapa minggu di Marambuang, namun belum membuahkan hasil. Pemindahan perangkap yang dipasang di Marambuang, Kecamatan Palembayan, ke Palembayan Tangah dinilai perlu karena lokasi di Palembayan Tangah dekat dengan pemukiman.
“Pemasang perangkap ini bertujuan untuk mengamankan satwa dilindungi tersebut. Kalau berhasil ditangkap, satwa itu akan kami bawa ke Taman Marga Satwa Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi. Beberapa waktu mungkin di karantina di sana, kemudian baru dilepaskan di hutan cagar alam di Sumbar,” katanya.
Ia meminta masyarakat untuk tetap tenang serta meningkatkan kewaspadaan. Jangan terlalu panik sehingga meninggalkan tanggungjawab sehari-hari. “Berkegiatanlah seperti biasa, namun tetap berhati-hati. Apabila punya ternak jangan dilepas begitu saja,” pesannya. (fajar)






