
BANDUNG- Biofarma Group melakukan penanaman sebanyak 5.500 bibit mangrove jenis Rhizophora, di Desa Mayangan, Kecamatan Legon Kulon, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu (17/6/2023). Penanaman mangrove tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup dan Laut tahun 2023 sebagai salah satu bentuk realisasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSL) terhadap lingkungan serta tindak lanjut komitmen piagam pesisir bersama Gubernur Jawa Barat.
Selain melakukan penanaman pohon mangrove, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pembersihan area sepanjang pantai (beach clean up) di Pulau Burung Mayangan. Biofarma group melibatkan sebanyak lebih dari 200-an karyawan dalam kegiatan tersebut.
Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya mengatakan, pihaknya sudah secara aktif berkomitmen untuk terlibat langsung dalam pelestarian lingkungan. Komitmen itu dibuktikan dengan keterlibatan di berbagai aksi pelestarian lingkungan termasuk penanaman mangrove yang dilaksanakan tersebut.
“Sesuai dengan filosofi Bio Farma yaitu dedicated to improving quality of life, kegiatan ini memiliki makna bahwa kehadiran Bio Farma di masyarakat bukan hanya sekadar menyehatkan, namun juga memiliki peran untuk memperbaiki kualitas kehidupan melalui perbaikan dan pelestarian lingkungan,” ujarnya seperti disampaikan dalam siaran pers yang baru diterima pada Kamis (22/6/2023).
Direktur Human Capital Bio Farma, Endang Surianingsih mengatakan, kegiatan penanaman mangrove tersebut melibatkan lebih dari 200 karyawan Biofarma Group. Hal itu sebagai bentuk upaya perusahaan dalam melibatkan karyawan secara aktif dan menciptakan iklim kerja yang positif.
”Hari ini kami akan melakukan dua kegiatan sekaligus, yaitu penanaman mangrove dan pembersihan pantai. Dua kegiatan tersebut untuk memperingati hari lingkungan hidup dan laut sedunia 2023,” ungkap Endang.
Sementara itu, Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat, Diah Ayu Purwaningsih menyebutkan, status abrasi di Desa Mayangan cukup tinggi. Program dari Biofarma itu dirasakan sangat membantu untuk mengantisipasi abrasi di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Data Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Subang Asep Kurniawan menambahkan, penanaman mangrove oleh Biofarma merupakan sebuah dukungan yang sangat besar artinya dalam pelestarian lingkungan hidup khususnya di wilayah Mangayan. Dia berharap, ke depan program TJSL Biofarma di bidang lingkungan seperti itu menyentuh lebih banyak lagi wilayah Kabupaten Subang. */F






