Harga Komoditas Pertanian di Sawahlunto Belum Menggairahkan
  • Home
  • Berita
  • Harga Komoditas Pertanian di Sawahlunto Belum Menggairahkan

Harga Komoditas Pertanian di Sawahlunto Belum Menggairahkan

gambar kulit manis (int)

SAWAHLUNTO – Harga-harga sejumlah komoditas pertanian di Pasar Kota Sawahlunto saat ini belum menggairahkan, atau tak naik dari minggu sebelumnya. Meski tingkat harga jual di kalangan petani terbilang rendah karena kondisi cuaca kurang baik atau penghujan pada minggu terakhir ini.

Dari data yang diperoleh padangmedia.com di Bidang Perdagangan Perindagkop Kota Sawahlunto, harga kulit manis masih Rp45.000 per kilogram. Sementara, harga kemiri Rp7.000 per kilo sejak dua pekan terakhir.

“Harga pinang sebelumnya Rp8.000 per kilogram, naik tipis menjadi Rp8.500 per kilo, masih bertahan hingga minggu ini,“ kata Kasi Perlindungan Konsumen Distribusi dan Pengawasan Barang, Pemi Roza didampingi staf Pendata Harga, Titin K, Selasa (8/1).

Harga karet, masih tak beranjak dari Rp8.000 per kilo. Hal yang sama berlaku pada harga kakao yang masih Rp20.000 per kilo dalam dua pekan ini.

Belum baiknya harga komoditas pertanian itu disertai pula oleh kondisi cuaca yang kadang penghujan, sehingga proses pengeringan terhalang cuaca.

Kurang bergairahnya harga komoditas itu dirasakan Suardi (41), petani di Ladang Laweh Kecamatan Barangin. “Harga kakao masih Rp20 ribu per kilo. Padahal, untuk pengeringan sangat susah dengan kondisi penghujan ini,” sebutnya.

Suardi yang juga pekerja bangunan musiman itu menambahkan, kalau menjual dalam harga yang baik tentu hanya pada kulit manis atau kopi karena bisa disimpan dahulu sampai harga agak baik. Tapi, kondisi kebutuhan saat ini karena proyek sudah banyak yang selesai, tentu untuk memenuhi kebutuhan harian butuh biaya,” pungkasnya. (tumpak)

Berita Terkait

Leave a Reply