Harga Jeruk Nipis Anjlok, Petani Enggan Panen
  • Home
  • Berita
  • Harga Jeruk Nipis Anjlok, Petani Enggan Panen

Harga Jeruk Nipis Anjlok, Petani Enggan Panen

Jeruk nipis dibiarkan berjatuhan oleh petani. (tumpak)
Jeruk nipis dibiarkan berjatuhan oleh petani. (tumpak)

SAWAHLUNTO – Harga jual jeruk nipis di Kota Sawahlunto anjlok sampai Rp700 per kilo gram di tingkat pedagang pengumpul di kota itu. Kondisi tersebut membuat petani jeruk nipis memilih membiarkan produk pertanian mereka membusuk di batang.

Salah seorang petani jeruk nipis, Diryawan (43) mengeluhkan turunnya harga. “Kalau sudah di bawah Rp1.000 per kilo, bagaimana mau panen. Biaya panennya saja melampau harga jual,” keluhnya.

Warga Karang Anyar itu memilih untuk membiarkan jeruk nipisnya menguning hingga membusuk di pohon. Kalau ada
yang datang membeli, ia menjual sekadar untuk memenuhi kebutuhan harian.

“Tunggu harga membaik dululah, baru diurus kebun. Kalau sekarang, yang akan beli dengan harga yang baik belum ada,” keluhnya.

Sama halnya dengan Sabri (46), warga Air Dingin yang hanya memiliki setengah hektare lahan jeruk nipis. Ia lebih mengandalkan komoditi lain untuk dijual.

“Harga jeruk nipis murah, tak sebanding dengan susahnya membawa di pondok untuk dijual dan cuaca juga kurang baik,” jelasnya. (tumpak)

Berita Terkait

Leave a Reply