AGAM – Pemerintah Pusat telah resmi menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premiun dari Rp7.300 menjadi Rp6.950 per liter mulai Selasa (5/1). Namun, di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, harga BBM jenis premiun eceran yang dijual di kios-kios di daerah itu belum juga turun. Harganya bervariasi, mulai dari Rp8.000 per liter hingga Rp9.000 per liter.
Salah seorang warga Lubuk Basung, Ari (30), di Lubuk Basung, Jumat (8/1), kepada padangmedia.com mengatakan, harga BBM jenis premium belum turun di kios-kios yang ada di daerah itu. Harganya masih seperti biasa, ada yang menjual Rp.8.000 per liter, bahkan ada yang mencapai Rp.9.000 per liternya.
“Dengan kondisi ini, saya sangat kecewa karena harga premium ini sudah turun beberapa hari lalu,” katanya.
Ia berharap para pedagang untuk mengikuti pemerintah dalam menurunkan harga premium enceran, karena ini sangat merugikan pemilik kendaraan.
Di tempat terpisah, pedagang premium enceran di Maninjau, Apriwandi mengatakan, pihaknya belum menurunkan harga premium akibat ia kesulitan mendapatkan premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Selain itu, ia rela begadang sampai dini hari untuk mendapatkan premium sebanyak 105 liter di SPBU, karena premium ini sampai di SPBU pada pukul 18.00 WIB. Kalau telat sampai ke SPBU, maka ia akan mendapat antrian terakhir. Sementara, SPBU yang ada di Kecamatan Lubuk Basung dan Kecamatan Tanjung Mutiara tutup pada pukul 23.00 WIB.
“Kalau SPBU sudah tutup dan antrian masih panjang, maka jatah pengisian saya terpaksa ditunda pada dini hari. Dengan kondisi ini, saya dan pedagang premium eceran belum menurunkan harga dan apabila sudah normal, maka akan kita turunkan,” katanya.
Ia menambahkan, kondisi ini terjadi semenjak harga BBM diturunkan pemerintah semenjak Selasa (5/1), sehingga pasokan premium habis di SPBU.
Sementara itu, Kepala Operasional SPBU 14.264.574 Kecamatan Lubuk Basung, Syaparudin, mengatakan, pasokan BBM di seluruh SPBU sudah habis setelah harga diturunkan oleh pemerintah. Dengan kondisi tersebut, pihak PT Pertamina mengutamakan untuk mendistribusian BBM di Kota Padang. Sementara BBM masuk ke SPBU yang dikelolanya pada pukul 1.00 WIB sebanyak dua tangki atau 28.000 liter.
“BBM sebanyak 28.000 liter ini habis selama delapan jam, karena banyak pengendara yang mengisi BBM,” katanya. (fajar)






