
PADANG – Kecenderungan renggangnya hubungan antara anggota keluarga dalam rumah tangga dewasa ini semakin memiriskan. Perlu adanya program yang menjadi solusi untuk menciptakan keluarga yang harmonis dan damai.
Hal itu diungkapkan tokoh nasional yang juga tokoh masyarakat asal Kota Padang, Halius Hosen saat berbicara terkait wacana perlu adanya program “Rumahku Sorgaku” kepada lurah dan warga di Kantor Lurah Gunung Pangilun, Rabu (10/8).
” Fenomena renggangnya hubungan dalam keluarga, suatu yang memiriskan. Bahkan, tidak jarang ada anak yang melawan orang tuanya, suami yang menyakiti istrinya ataupun sebaliknya orang tua menelantarkan anak-anaknya,” kata tokoh asal Gunung Pangilun Kota Padang yang diamanahi selaku Ketua Komisi Kejaksaan RI ini.
Menurutnya, perlu adanya program yang dapat menyentuh keluarga untuk mewujudkan suasana yang rukun dan damai. Program tersebut sudah sempat ia bicarakan dengan Gubernur Sumatera Barat. Rencananya juga akan dibicarakan dengan Walikota Padang untuk penerapan program tersebut.
“Hal ini sudah saya bicarakan dengan gubernur. Gubernur menyambut positif. Selanjutnya akan disampaikan ke walikota untuk diterapkan di tingkat kelurahan Gunung Pangilun lebih dulu,” ujarnya.
Bila hal ini terwujud, lanjutnya, Kelurahan Gunung Pangilun akan menjadi pilot proyek “Rumahku Surgaku”. “Saya mengajak Lurah Gunung Pangilun untuk memulai program Rumahku Sorgaku ini, nanti dijadikan pilot projek,”sebutnya.
Halius Hosen juga berharap program Rumahku Sorgaku mendapat sambutan kementerian terkait sehingga secara nasional dapat dicanangkan. “Program ini juga akan diusulkan ke kementerian untuk dicanangkan secara nasional,” tukuknya.
Sementara itu, Lurah Gunung Pangilun Andi Amir menyambut baik adanya wacana program mewujudkan keluarga harmonis sekaligus islami tersebut. “Kami di Gunung Pangilun sangat menyambut baik, karena kami merasa memang perlu adanya pembinaan untuk mewujudkan keluarga yang harmonis didasari nilai-nilai agama,” ujarnya.
Andi Amir menambahkan, bentuk penerapan program nantinya, bisa dengan melaksanakan salat berjamaah, makan bersama, mengaji, meluangkan waktu untuk rekreasi dalam setiap keluarga.
“Kebersamaan dalam keluarga dapat diwujudkan melalui salat berjamaah, makan bersama, mengaji dan rekreasi,” sebutnya. (der)






