
SOLSEL – Penguasaan dan pemanfaatan teknologi informasi menjadi kekuatan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi dalam menghadapi tren masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dewasa ini. Selain itu, pola integritas keilmuan juga menjadi strategi lain dalam menarik minat calon mahasiswa untuk bergabung ke perguruan tinggi berbasis agama Islam tersebut.
Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Bukittinggi Nunu Burhanuddin menyampaikan hal itu dalam sosialisasi kampus ke Kabupaten Solok Selatan (Solsel), Rabu (10/2/2021).
“IAIN Bukittinggi memaksimalkan kekuatan di bidang teknologi informasi dan pola integritas keilmuan, sebagai strategi menghadapi tantangan terkait tren masuk perguruan tinggi negeri dewasa ini,” kata Nunu.
Di menerangkan, tuntutan perkembangan zaman memberikan tantangan bagi perguruan tinggi untuk melakukan modernisasi. Perubahan itu harus dihadapi dengan langkah strategis.
Dia menegaskan, meskipun berbasis keagamaan Islam, IAIN Bukittinggi telah mengintegrasikan program studi dengan pengetahuan umum. Pihaknya sudah mengakomodir beberapa ilmu pengetahuan umum seperti ilmu alam, ilmu sosial dan humanoria.
“Nilai lebihnya IAIN, adalah integrasi ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum. Ini tentu tidak dimiliki oleh perguruan tinggi umum,” sebutnya.
Dia menambahkan, IAIN Bukittinggi juga sudah diperkuat dengan pondok pesantren Mahad Al Jamiah. Mahasiswa mendapatkan dua peluang, mendapatkan ilmu di kelas dan tambahan di pondok pesantren.
“Dengan dua sinergi ini saya rasa bisa memperkuat basis keilmuan di IAIN,” tuturnya.
Dalam kesempatan sosialisasi di hadapan siswa sekolah menengah di Solsel tersebut, Nunu menyebutkan target penerimaan mahasiswa IAIN Bukittinggi tahun ini diharapkan dapat meningkat 10 persen.
Tahun 2019, kampus tersebut menerima 3.250 mahasiswa baru dari lebih 20 ribu yang mendaftar. Pendaftaran dilakukan melalui tiga jalur. Tahun ini ditargetkan sekitar 3.500 orang.
Menurutnya, selama empat tahun terakhir, IAIN Bukittinggi menduduki posisi kedua dalam jumlah penerimaan mahasiswa terbanyak, setelah IAIN Tulung Agung. Setelah Bukittinggi adalah IAIN Surakarta. Mahasiswa tidak saja dari dalam negeri, tetapi juga ada 5 orang mahasiswa luar negeri. (Sis)






