H Pardamaian Bersaudara Jamaah Haji Kloter 4 Padang Pergi Berempat Pulang Bertiga.
  • Home
  • Berita
  • H Pardamaian Bersaudara Jamaah Haji Kloter 4 Padang Pergi Berempat Pulang Bertiga.

H Pardamaian Bersaudara Jamaah Haji Kloter 4 Padang Pergi Berempat Pulang Bertiga.

Image

PADANG –  Perasaan bahagia dan sedih bercampur aduk dirasakan H Pardamaian dan istrinya H Sumarni serta kakaknya H Rosminar jemaah haji asal Pasaman, Selasa pagi (19/07) saat menginjakkan kaki di Asrama Haji Tabing Padang.  Rasa bahagia karena sudah sampai ketanah air dengan selamat dan akan berjumpa kembali dengan sanak saudara di tempat asalnya Pasaman. Namun satu sisi perasaan sedih  juga datang ketika pulang ke kampung dengan kondisi salah satu saudaranya Bangun Wahid Lubis yang menyertainya ke tanah suci tidak bisa pulang karena telah meninggal dunia di Madinah.

Mereka berempat telah berangkat meninggalkan kampung halaman untuk pergi ke Madinatul Munawarrah dan Mekkah Mukarramah bersama kloter 4 Padang dalam rangka menunaikan ibadah haji tahun 1443 H/2022 namun takdir untuk mereka adalah pergi berempat, pulang tinggal bertiga.

Dengan menunjukkan empat tas tentengan yang Ia bawa bersama saudaranya, H Pardamaian mengatakan salah satu dari tas itu adalah milik Bangun Wahid Lubis yang telah meninggal dunia di tanah suci.

“kami berangkat empat orang dan sekarang pulang cuman bertiga namun tas tetap empat kami bawa karena salah satunya adalah tas dari saudara kami Bangun Wahid Lubis yang meninggal di Madinah,” ungkap H Pardamaian.

H Pardamaian menyebutkan kondisi Bangun Wahid Lubis ketika berangkat sangat baik dan sehat tanpa keluhan dan Ia mengakui almarhum pernah menderita sakit jantung sekitar tiga tahun lalu. Bangun Wahid Lubis (59) diketahui meninggal dunia karena penyakit jantung.

Ia meninggal setelah selesai pulang dari shalat ashar di Masjid Nabawi. H Pardamaian menuturkan bahwa masuk hari ketiga di Madinah dalam rangkaian arbain atau sholat 40 waktu, tepatnya Jum’at sore setelah sholat Ashar di Masjid Nabawi, Bangun Wahid Lubis terjatuh sendiri diloby hotel tempat Ia menginap.

“Melihat kejadian itu, saya dan jemaah lain yang ada di lokasi langsung menolong dan menghubungi pihak dokter kloter yang kebetulan turun dari lift hotel, ” kata H Pardamaian dengan sedih.

Dokter kloter 4 Padang dr. H Elfi Yulfenti membenarkan perihal kejadian itu.

“Pas saya lagi turun lift dan keluar dari lift, saya lihat kondisi almarhum sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri dan waktu itu langsung diberikan bantuan pernafasan serta Resusitasi jantung, sekitar sepuluh menit almarhum respon bisa bernafas spontan,” jelas Elfi.

Tak selang lama setelah itu ada bantuan dari Emergency Medical Team (EMT) sektor 2 Madinah datang ke lokasi.

“Bangun Wahid Lubis dipasangkan infus kemudian kelihatannya sudah agak membaik dengan kondisi sudah bernafas spontan,” lanjutnya.

Namun setelah itu, kata  Elfi  almarhum tidak sadarkan diri lagi kemudian dilakukan tindak lanjutan yakni memberikan Resusitasi jantung-paru yang biasa dikenal dengan CPR dan langsung rujuk segera ke RS King Fath Arab Saudi.

“di rumah sakit Arab Saudi almarhum masih ada, di monitor masih ada namun setelah 25 menit kemudian beliau dinyatakan meninggal oleh pihak rumah sakit,” ungkap dr. H Elfi Yulfenti.

H Pardamaian mengatakan bahwa Ia beserta Ketua Kloter, Pembimbing ibadah dan salah seorang petugas sektor Madinah dapat mengikuti prosesi penyelenggaraan jenazah Bangun Wahid Pardamaian.

” jenazah saudara saya dapat disholatkan secara berjamaah pada hari Sabtu setelah Ashar di Masjid Nabawi dan dapat dikuburkan di Baqi yang berdekatan dengan masjid Nabawi, ” ungkap Perdamaian kemudian.

Melalui bantuan Muasaah adilla di RS AS King Fahd Prosesi penyelenggaraan jenazah Bangun Wahid Lubis mulai dari pemandian, sholat dan penguburan dapat berjalan lancar.

Sekaitan Ibadah haji untuk almarhum, H Pardamaian mengungkapkan bahwa badal hajinya sudah diuruskan oleh petugas haji Indonesia dan akan menerima sertifikat badalnya.

“Untuk badal haji, sudah dibantu oleh pihak petugas haji Indonesia dan tadi sudah diberitahukan sebelum pulang ke Pasaman, kami akan menerima sertifikat badalnya ,” jelasnya.

Almarhum merupakan jemaah haji gelombang pertama kedatangan 7 Juni 2022 dengan nomor manifest 262, penempatan di sektor 2 hotel Golden Hayah.

H Pardamaian mengungkapkan bahwa sebenarnya almarhum merupakan jemaah haji yang telah mendaftar haji di provinsi Palembang karena sebelum tiga tahun belakangan almarhum memang berdomisili dengan keluarganya di Palembang.

“Amarhum mendaftar di Palembang dan melakukan mutasi pemberangkatan haji ke Sumatera Barat karena almarhum ingin berangkat haji dengan kami di kampung yakni Pasaman,” beber H Pardamaian.

Lebih lanjut H Pardamaian mengatakan bahwa dirinya beserta almarhum telah menunggu sebelas tahun untuk dapat berangkat haji.

” Selama tiga tahun belakangan, almarhum selain memantapkan ilmu manasik haji, almarhum juga meningkatkan pemahaman ilmu agama lainnya diantaranya ilmu tasawuf kepada guru di kampung, ” ungkapnya.

Ia beserta istri dan saudaranya sangat mengapresiasi atas layanan yang telah Ia terima dari pemerintah RI terkhusus kepada Kementeria Agama mulai dari pendaftaran sampai saat pemulangan haji.

” Saya beserta istri dan saudara saya sangat merasa puas dan mengapresiasi atas layanan haji yang diberikan Pemerintah RI dan terlebih kepada Kementerian Agama mulai dari layanan saat mendaftar, pembinaan manasik, proses pemberangkatan, perjalanan, layanan ibadah, transportasi, akomodasi, konsumsi, kesehatan, dan layanan lainnya, ” tutup H Pardamaian.

H Pardamaian beserta 391 jemaah haji kloter 4 Padang lainnya sampai di BIM dengan selamat pesawat Garuda Indonesia Boeing 777-3U3 (UR) nomor penerbangan 3404 yang Dipiloti Kapten Kustianto Adi Prabowo, , Selasa dini hari pukul 03:49 WIB (19/07).

Jemaah Haji Kloter 4 Padang ini membawa jemaah asal Kabupaten Pasaman Barat, Pasaman, Kabupaten Solok dan Kota Padang dengan Ketua kloter Ronaldi, TPIHI H Zulkifli, Dokter dr. Elfi Yulfenti dan perawat Ns. Maulida Rahmi S. Kep.

Ditangga pesawat jamaah di sambut langsung oleh Ketua PPIH Embarkasi Padang diwakili oleh Sekretaris Kabid PHU , Wabup dan Kakan Kemenag Pasaman Barat, Kakan Kemenag Pasaman, Staf Ahli dan Kakan Kemenag Kab. Solok.  (*/r)

Berita Terkait

Leave a Reply