
PADANG- Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi mengajak warga segera mendaftarkan kendaraannya untuk mendapatkan QR Code bagi pengguna kendaraan roda empat yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite. Ajakan tersebut disampaikan untuk mendukung rogram pemerintah agar subsidi BBM lebih tepat sasaran.
Program ini melindungi masyarakat yang berhak untuk mendapatkan produk BBM bersubsidi,” kata Mahyeldi saat mengecek di posko bantuan pendaftaran Subsidi Tepat Pertalite di SPBU Mata Air, Kamis, (1/8).
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Freddy Anwar mendampingi Gubernur Sumbar mengatakan, untuk melanjutkan keberhasilan pelaksanaan program QR Code Biosolar yang telah dilakukan secara merata, saat ini sudah berjalan dan mulai memberlakukan pembelian BBM jenis Pertalite menggunakan QR Code.
“Saat ini jumlah pendaftar kendaraan roda empat untuk Program Subsidi Tepat Pertalite tercatat sudah sekitar 127.000 kendaraan di Provinsi Sumbar, masyarakat silahkan mendaftar secara online dan jika terkendala, dapat menghubungi call center kami (135) atau datang mengunjungi helpdesk di spbu yang tersedia” kata Freddy.
Dia optimistis akan terus bertambah, seiring dengan perluasan pendataan QR Code Pertalite yang akan dilakukan secara bertahap. Saat ini adalah tahap sosialisasi dan pendaftaran.
“Pendaftaran kendaraan untuk layanan QR Code Pertalite sudah dimulai sejak Juli 2024 di Sumbar. Selain itu, jumlah transaksi yang teregistrasi sejak Januari hingga 31 Juli 2024 sudah berjalan sekitar 2.000.000 transaksi” katanya.
Freddy menjelaskan bahwa Program subsidi tepat Pertalite hanya berlaku untuk kendaraan roda empat. Untuk kendaraan roda dua dan tiga belum termasuk dalam program Subsidi Tepat. Sementara mekanisme pendaftarannya sama dengan penerapan QR Code untuk Solar Subsidi.
Dia menambahkan, Program Subsidi Tepat Pertalite bertujuan untuk melindungi konsumen yang berhak. Dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, menunjukkan komitmen pemerintah daerah ikut mengawasi dan mensukseskan program Subsidi Tepat agar peruntukan BBM subsidi lebih tepat sasaran kepada masyarakat.
“Dengan adanya data yang akurat tentang pengguna bahan bakar bersubsidi, pemerintah daerah dapat mengalokasikan penyaluran BBM subsidi secara tepat sasaran” tandasnya. */F






