

PADANG – Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno menilai, demokrasi di Sumbar berlangsung sangat baik. Hal itu dibuktikan dengan fakta bahwa masyarakat Sumbar berciri egaliter dan terbuka terhadap perbedaan dan kemajemukan.
“Masyarakat Minang sejak lama telah menerapkan demokrasi dalam bentuk musyawarah untuk mufakat, contohnya dalam pemilihan wali nagari,” kata Gubernur saat membuka secara resmi Rapat Koordinasi Penguatan Kelompok Kerja (Pokja) Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) yang diselenggarakan oleh Direktorat Politik Dalam Negeri Kemendagri, 10 April 2018 di Hotel Grand Zuri, Padang.
Dalam pandangannya, ia menyatakan bahwa Sumbar lah daerah pertama yang melaksanakan pemilukada serentak, yakni 13 kabupaten/kota dan satu provinsi pada tahun 2010 lalu.
Keseluruhan tahapan pelaksanaan pemilukada tersebut berlangsung aman dan tertib. Hal tersebut menandakan demokrasi berjalan baik di Sumbar.
Irwan Prayitno juga mengatakan, diperlukan perhitungan indikator yang memperhitungkan kearifan dan budaya lokal dari aspek aspek yang dikemukakan dalam penghitungan nilai IDI agar kepentingan dan kebutuhan mayoritas masyarakat terakomodir, karena demokrasi bertujuan agar kehidupan masyarakat berjalan dengan aman, damai dan baik.
Pada acara yang difasilitasi oleh Badan Kesbangpol Sumbar itu, turut hadir dan memberikan materi adalah Kepala Badan Kesbangpol Sumbar, Nazwir, SH, M.Hum, serta dari Kemenkopolhukam RI dan Kemendagri RI serta dihadiri oleh anggota tim pokja IDI Sumbar, Kaban/Kakan/Kabag Kesbangpol se- Sumbar serta para akademisi, tokoh masyarakat dan media. (rin/*)






