Gubernur: Daerah Perlu Membuka Diri untuk Investasi
  • Home
  • Berita
  • Gubernur: Daerah Perlu Membuka Diri untuk Investasi

Gubernur: Daerah Perlu Membuka Diri untuk Investasi

Rakor pembangunan Pemprov Sumbar dengan bupati/walikota se Sumbar. (foto: humas)

PADANG – Pemerintah daerah perlu membuka diri untuk kegiatan investasi. Hal itu terkait dengan pesan Presiden dalam rapat kerja pemerintah tentang pelaksanaan berusaha di daerah di Istana Negara, Selasa (23/1).

Hal itu disampaikan Gubernur Irwan Prayitno saat membuka sesi Pasaman dan Pasaman Barat dalam rakor pembangunan Gubernur dengan bupati/walikota se Sumatera Barat di aula gubernuran, Rabu (24/1).

Gubernur Irwan Prayitno menyampaikan, saat ini pelaksanaan pembangunan Indonesia dianggap sehat. Akan tetapi, kenyataannya tidak bisa bergerak cepat. Hal itu terkait dengan kondisi daerah yang terlalu banyak aturan, sistem pelayanan yang belum terbuka dan masih enggannya beberapa daerah membuka investasi.

Padahal, kondisi dana APBD dan APBN amat terbatas dalam percepatan pembangunan daerah guna meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Kata presiden, hanya 20 persen APBN yang menggerakkan sektor ekonomi masyarakat.

“Karena itu, kita butuh investasi dalam mendorong percepatan pembangunan. Untuk pelayanan dan percepatan sektor investasi, perlu dibentuk satgas investasi, sehingga koordinasi dan lintas sektor dapat diselesaikan dalam waktu singkat,” kata Gubernur.

Sumatera Barat telah membentuk Satgas di mana sepuluh provinsi telah memiliki satgas dari 34 provinsi di Indonesia. Gubenur Irwan Prayitno juga mengatakan, menurut data, saat ini kemajuan Vietnam dan Thailand sudah di atas pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bila tidak disikapi dengan baik, maka Laos sudah mendekati dan bisa saja pertumbuhan ekonomi Laos mengalahkan kita juga.

Rapat kerja pemerintah tentang pelaksanaan berusaha di daerah di Istana Negara, Selasa (23/1). (ist)

Karena itu, Presiden berharap dan meminta pemerintah daerah membangun iklim investasi yang baik di daerah, dengan mempermudah. Presiden juga menyayangkan masih ada daerah yang tidak pro investasi, sehingga pergerakan pembangunan di daerah berjalan lambat, sehingga kesejahteraan masyarakat lama terwujud, ungkap Gubernu Irwan Prayitno. (rin/*)

Berita Terkait

Leave a Reply