GP Ansor Lumajang Minta Kasus Kekerasan Agama Tidak Terulang
  • Home
  • Berita
  • GP Ansor Lumajang Minta Kasus Kekerasan Agama Tidak Terulang

GP Ansor Lumajang Minta Kasus Kekerasan Agama Tidak Terulang

LUMAJANG – Pembakaran Gereja Huria Kristen Indonesia (GHKI) di Aceh  Singkil pada Selasa 13 Oktober 2015 lalu, sangat menciderai kerukunan umat beragama di Indonesia. Karena dari berabad-abad bangsa Indonesia
yang terdiri dari berbagai macam agama tersebut tidak pernah mengenal  kekerasan yang saling merugikan antar umat beragama.

Ketua  PC GP Ansor Lumajang Adam Bahiro menegaskan karena hal inilah  maka umat Islam Indonesia menjadi rujukan bangsa-bangsa di dunia internasional jika berbicara mengenai kerukunan dan toleransi umat beragama.

Nahdlatul Ulama (NU), sebutnya  merupakan suatu organisasi  kemasyarakat terbesar di Indonesia yang selalu konsern untuk membangun kesadaran dan toleransi diantara para anggotanya dengan menghargai dan meneruskan kebudayaan lama yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam. “ Gerakan Pemuda ANSOR sebagai Badan Otonom  (Banom) dari Nahdlatul  Ulama akan senantiasa menjaga keberlangsungan toloransi umat Islam di Indonesia” katanya kepada padangmedia.com melalui pers relisnya, Jum’at (16/10)

Kabupaten Lumajang sendiri, sebut Adam merupakan suatu wilayah dengan  warga yang memeluk  bermacam-macam agama disamping umat Islam yang mayoritas. Disini ada pemeluk agama Kristen Katolik, Kristen
Protestan, Buddha dan bahkan umat Hindu mempunyai Pura terbesar yang ada di Kecamatan Senduro.

“Karena itu GP ANSOR Lumajang berkepentingan untuk selalu menjaga toleransi umat beragama sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945 supaya hal seperti ini tidak terulang” pintanya.

Ia menyerukan kepada pemerintah Republik Indonesia untuk mengusut tuntas pihak-pihak yang melakukan tindakan anarkhis dan melanggar hukum. Dan meminta kepada Pemerintah lumajang untuk menjaga dan
mengantasipasi kekerasan yang mengarah pada intoleransi umat beragama.

Dan kepada masyarakat dan umat Islam terkhusus  Lumajang untuk menahan  diri dan tidak terpengaruh pada isu-isu primordial yang bisa memperuncing toleransi umat beragama. Serta meminta segenap jajaran GP Ansor dan Banser untuk membantu masyarakat dan pihak keamanan untuk terus menjaga kedamaian didaerah ini, pungkasnya.  (rel/ tumpak)

Berita Terkait

Leave a Reply