Galanggang Arang #8 Kembali Digelar Di Kota Padang Panjang
  • Home
  • Berita
  • Galanggang Arang #8 Kembali Digelar Di Kota Padang Panjang

Galanggang Arang #8 Kembali Digelar Di Kota Padang Panjang

Image

PADANG PANJANG – Tingkatkan partisipasi masyarakat dalam melestarikan, mengembangkan dan juga memanfaatkan Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto (WTBOS), Galanggang Arang #8 resmi di gelar di Kota Padang Panjang, Selasa (6/8).

Kegiatan yang berlangsung di Stasiun Kereta Api Kota Padang Panjang itu resmi dibuka ditandai dengan pemukulan Gandang Tambua oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi melalui Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan (PPK), Direktorat Jenderal Kebudayaan, Irini Dewiwaanti, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Padang Panjang, Dr. Winarno, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah III, Undri.

Kegiatan ini digelar untuk mengingatkan kembali kepada generasi muda dan masyarakat Padang Panjang tentang WTBOS yang 2019 lalu telah ditetapkan UNESCO sebagai warisan dunia.

Direktorat Jenderal Kebudayaan, Irini Dewiwaanti sangat mengapresiasi kegiatan Galanggang Arang ini karena bisa mengenalkan kepada anak-anak generasi penerus bahwasan WTBOS ini adalah warisan dunia yang harus dirawat dengan baik.

Kota Padang Panjang merupakan salah satu dari delapan daerah yang ikut terlibat dalam warisan ini. Daerah lain yang terlibat yaitu Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung, Kota Solok, Kabupaten Solok, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Padang.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang Panjang yang telah menunjukan komitmennya untuk menjaga WTBOS serta berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan Galanggang Arang ini,” katanya.

Irini berharap kepada masyarakat yang ada di sekitar rel kereta api untuk menjaga dan melindungi warisan budaya dunia ini. Mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat dan bisa memajukan kebudayaan yang ada di dunia.

Sementara itu Pj Sekdako Padang Panjang, Dr. Winarno, menyampaikan, Galanggang Arang adalah sebuah inisiatif yang digelar Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi melalui Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan (PPK), Direktorat Jenderal Kebudayaan.

Pada hari ini, Kota Padang Panjang sebagai penyelenggara Galanggang Arang di tahun kedua dengan tema “Anak Nagari Merawat Warisan Dunia”. Tujuannya mengundang partisipasi yang lebih besar dari segenap komponen masyarakat Sumatera Barat untuk merawat properti dan atribut Warisan Dunia WTBOS dengan berbagai cara.

“Dengan upaya bersama untuk merawat WTBOS adalah inisiatif pemanfaatannya sebagai sumber pengetahuan, ruang publik dan juga sumber penciptaan karya-karya budaya baru,” sampainya.

Sementara itu Kurator Galanggang Arang, Dr. Dede Pramayoza menyampaikan, kegiatan ini diadakan dengan tujuan memperkenalkan kembali kepada masyarakat Padang Panjang bahwasannya ini adalah warisan dunia yang sudah diakui UNESCO.

Khusus tahun ini kegiatan Galanggang Arang diadopsi dengan delapan bentuk kegiatan. Di antaranya dialog kebudayaan, workshop, pemutaran film kebudayaan, permainan anak nagari, makan bajamba, jelajah, diskusi serta tampilan panggung pertunjukan.

“Kita berharap kegiatan ini akan terus kita galakkan dan ke depan semakin maju lagi budaya di Padang Panjang,” tuturnya.

Berbagai kegiatan yang digelar pada tanggal 6 Agusutus 2024, di antaranya lokakarya seni, dialog budaya, jelajah dan diskusi, makan bajamba, permainan anak nagari, pemutaran film dan juga pertunjukan dan hiburan. Berbagai kegiatan itu dilaksanakan untuk menghimpun berbagai lapisan masyarakat dan berbagai pihak yang berkepentingan untuk menguatkan ikatan rasa kebersamaan, agar menjadi modal bagi upaya gotong-royong merawat dan memanfaatkan WTBOS.

Lokakarya seni yang mengangkat tema “Alih Wahana Teks-Teks WTBOS ke Karya Seni Baru” akan dilaksanakan pada 6 Agustus 2024. Sesi ini menghadirkan Edi Suisno (dosen, penulis lakon), Yusuf Fadli Aser (Kurator Rumah Ada Seni), dan Sudarmoko (Kurator Galanggang Arang), dengan moderator Mahatma Muhammad.

Kemudian kegiatan akan dilanjutkan dengan dialog budaya yang bertema “Pendidikan Islam Modern di Kota Padangpanjang dan Peran Warisan Dunia WTBOS Di Dalamnya.” Dialog ini menghadirkan tiga pembicara, yaitu Fikrul Hanif Sufyan (dosen, sejarawan), Faiz Fauzan El Muhammadi, Dt. Bagindo Marajo (Ketua Kerapatan Adat Nagari Bukit Surungan), Edi Utama (budayawan), dan Zelfeni Wimra (dosen, peneliti), dengan moderator Yose Hendra (langgam.id).

Selanjutnya pada 7 Agustus 2024, akan digelar makan bajamba di kantor KAN Lareh Nan Panjang, yang merupakan dukungan dari Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat (KMA). Pada siang harinya akan digelar jelajah dan diskusi WTBOS, yang menghadirkan para pemantik diskusi antara lain Donny Eros (Kurator Galanggang Arang), Munafri (Kelompok Sadar Wisata Pasa Usang), dan Martalius (Pensiunan PT. KAI), dengan Moderator Fajar Rizki (Sumatrain).

Sementara itu di panggung pertunjukan anak nagari, akan dimeriahkan dengan sejumlah penampilan. Mulai dari Sanggar Thawalib Gunuang yang akan membawakan sebuah cerita tentang perjalanan sejarah berdirinya Thawalib Gunung. Kemudian Sanggar Sikumbang Tabang dari Nagari Lareh Nan Panjang pun akan membawakan tari tradisi dengan narasi WTBOS di Padangpanjang. Selain itu, juga akan tampil empat sanggar terbaik dalam kegiatan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Padangpanjang untuk membawakan karya musik dan karya tari terbaik mereka. (de)

Berita Terkait

Leave a Reply