PADANG- Pelaksanaan Festival Ekonomi Kreatif Sumatera Barat (Sumatera Barat Economy Creative Festival atau SCF) tahun 2025 yang berlangsung selama tiga hari, tanggal 12 sampai 14 September 2025 dihadiri 1.456 pengunjung. Tercatat juga nilai transaksi sebesar Rp1,9 miliar.
Kegiatan SCF tersebut merupakan kolaborasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia wilayah Sumatera Barat dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Tujuannya adalah untuk mempromosikan dan mengembangkan ekonomi kreatif, yang merupakan ke tiga kalinya diadakan sejak tahun 2023.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat Abdul Majid Ikram melalui siaran pers yang diterima Senin (15/9/2025) menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelaku UMKM, komunitas kreatif, pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
SCF diharapkan dapat memperkuat ekosistem serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan dan inklusif di wilayah Sumatera Barat. Kegiatan tersebut menurut Majid, sejalan dengan kerangka kerja (framework) Dari Nagari untuk Negeri (DAUN) yang diinisiasi oleh KPwBI Sumatera Barat sebagai wujud komitmen dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM nagari.
Abdul Majid menekankan bahwa, UMKM nagari harus menjadi motor ekonomi daerah dengan produk khas berbasis kearifan lokal. Tidak hanya menjaga identitas budaya, tetapi juga meningkatkan pendapatan, lapangan kerja, serta mampu menembus pasar nasional hingga internasional.
Penutupan SCF 2025 dihadiri oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta bersama Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi. Filianingsih menyampaikan, SCF 2025 merupakan program strategis daerah untuk memperkuat sinergi, menggali potensi, mencari terobosan baru mendorong pertumbuhan ekonomi, dan mengakselerasi ekonomi keuangan digital.
Sementara, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi menyampaikan apresiasi terlaksananya SCF 2025 sebagai bentuk komitmen dan dukungan KPwBI Sumatera Barat dalam memajukan UMKM lokal sekaligus meningkatkan akseptasi pembayaran digital di masyarakat.
“Sinergi erat didukung dengan digitalisasi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat yang baik, inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” kata Mahyeldi. F







