
PADANG – Calon wakil gubernur Sumatera Barat nomor urut 2 Nasrul Abit menilai, calon wakil gubernur nomor urut 1 Fauzi Bahar hanya mencari popularitas mengenai pembangunan jalan tembus Kambang (Kabupaten Pesisir Selatan) ke Muara Labuh (Kabupaten Solok Selatan).
Hal itu dilontarkan Nasrul Abit dalam debat publik Pasangan Calon (Paslon) gubernur – wakil gubernur yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Barat, Senin (30/11) malam.
Nasrul Abit meragukan sesumbar Fauzi Bahar yang akan merealisasikan jalan tembus tersebut dalam waktu singkat. Dua periode menjadi bupati di Pesisir Selatan, Nasrul bersama masyarakat Pesisir Selatan telah memperjuangkan terealisasinya jalan tembus tersebut.
“Namun, sepuluh tahun jadi bupati, usaha kami bersama masyarakat belum berhasil karena hutan yang akan ditembus adalah Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang merupakan paru-paru dunia,” terang Nasrul.
Sebagai bupati dua periode, Nasrul Abit menegaskan lebih mengetahui dan memahami seluk beluk Pesisir Selatan daripada Fauzi Bahar. Ia menilai pernyataan itu hanya untuk mencari popularitas semata.
Fauzi Bahar dalam pernyataannya, akan merealisasikan pembangunan jalan Kambang – Muara Labuh jika terpilih pada pemilihan nanti. Ia bahkan membuat pernyataan berani mundur dari jabatannya sebagai wakil gubernur jika dalam tahun ke empat jalan tersebut tidak terealisasi.
Debat publik kali ini merupakan ke tiga kalinya atau yang terakhir digelar KPU Provinsi Sumatera Barat. Dipandu oleh pakar hukum Charles Simamora, debat terakhir ini mengangkat tema Hukum, Pemerintahan dan Reformasi Birokrasi. (feb)






